Pelajar Minta KJP Berlaku di MRT, Begini Respons Ketua DPRD DKI

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 13:49 WIB
Pelajar Minta KJP Berlaku di MRT, Begini Respons Ketua DPRD DKI

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Mulai Senin kemarin, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta telah memberlakukan tarif normal dengan maksimum Rp14.000 dan minimum Rp3.000. Bagi pelajar, tarif tersebut dirasa memberatkan, sehingga mereka mengusulkan agar Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa diberlakukan di MRT.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan usulan tersebut bisa dibahas dengan Komisi E parlemen Kebon Sirih. Namun, dia belum bisa memastikan apakah hal tersebut bisa dilakukan sebagaimana KJP berlaku di Bus Transjakarta.

"Masalah KJP bisa kita bicarakan dengan MRT dengan Komisi E kita ajak ngomong saja dulu bagaimana itu," kata pria yang akrab disapa Pras itu di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA:

Tarif Normal Kemahalan, Pelajar Berharap KJP Bisa Digunakan di MRT

Tarif MRT Berlaku Normal Hari Ini, Lebak Bulus-Bundaran HI Rp14.000

Namun, dia menambahkan, koridor tahap 1 MRT tak melewati rute-rute para pelajar berangkat sekolah. Maka, Pras merasa, pemberian diskon melalui KJP belum merupakan kebutuhan yang mendesak.

"Tapi kalau saya melihat kepentingan dari Lebak Bulus sampai Thamrin saya rasa sekolah enggak ada yang lewat situ. Ya realistis juga," ujarnya.

Sebelumnya, pelajar SMA Nurul Fikri Boarding School, Ersya mengusulkan agar Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga bisa digunakan untuk MRT Jakarta. Sama halnya dengan bus Transjakarta yang menggratiskan pelajar karena memiliki KJP.

"Semoga bisa kasih akses naik kereta MRT gratis pakai KJP. Kan Bus TJ saja bisa, masa MRT enggak bisa," ujarnya di Stasiun MRT Bundaran HI, Senin (13/5/2019).

Dia juga mnegusulkan, pihak MRT Jakarta mengeluarkan kartu khusus untuk pelajar di Ibu Kota. Hal itu untuk mendukung dengan memberikan subsidi bagi siswa yang ingin menggunakan kereta Ratangga.

"Harapnya ada kartu sendiri yang lebih murah untuk pelajar, jangan lebih dari sepuluh ribu," ungkap Ersya.

Mengenai tarif dari stasiun MRT Blok M menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang mencapai Rp8.000, dia mengaku kemahalan untuk pelajar. "Kebetulan cuma ingin ke GI (Grand Indonesia) saja, tadi naik dari Blok M ke sini (Bundaran HI). Kalau untuk pelajar, tarif segitu sih keberatan," ujar Ersya.


Editor : Djibril Muhammad