Penemuan Mayat Perempuan Bergesper OSIS Hebohkan Warga Karawaci

Hasan Kurniawan, Sindonews ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 02:30 WIB
Penemuan Mayat Perempuan Bergesper OSIS Hebohkan Warga Karawaci

Sepatu diduga milik perempuan yang ditemukan tewas dalam empang di Kampung Gerendeng Pulo, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. (Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan)

TANGERANG, iNews.id - Warga Kampung Gerendeng Pulo, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan muda bergesper OSIS. Mayat perempuan itu ditemukan di sebuah bekas empang.

Warga sekitar bernama Imam mengatakan mayat tersebut ditemukan dalam kondisi sulit dikenali karena wajahnya hancur dan terbenam. Penemuan itu dilaporkan pada Minggu (14/6/2020).

Dia menduga mayat perempuan itu merupakan korban pembunuhan. Imam juga menjelaskan warga sekitar tak ada yang melaporkan kehilangan anggota keluarga.

"Kondisinya sudah sulit dikenali, kalau warga sekitar pasti ada yang sudah melapor. Penemuan ini langsung kami laporkan ke Polsek Karawaci," ucapnya ditemui di lokasi, Selasa (16/6/2020).

Imam menjelaskan mayat perempuan itu diduga cukup lama berada di lokasi penemuan karena posisi empang yang jarang dilalui warga. Bahkan banyak warga yang tidak mengetahui di lokasi tersebut ada empang.

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Karawaci, Iptu Ronald Sianipar mengatakan ada sejumlah ciri-ciri yang bisa dikenali dari mayat perempuan itu. Antara lain perkiraan tinggi badan 150 sentimeter, kulit putih, memakai behel, anting mutiara, gelang, kerudung hitam, sepatu slipon warna pink serta gesper OSIS SMP.

Korban juga disebutnya mengenakan sweater rajut cokelat, kaus dalam hitam, dan celana jeans hitam. Dari hasil visum, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Sekarang jenazah masih berada di RSUD Kabupaten Tangerang. Kami masih mencari identitas korban," kata Ronald.

Selain itu Polsek Karawaci telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk menyingkap misteri ini. Dia mengimbau warga yang kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke kepolisian.

Editor : Rizal Bomantama