Perindo Minta Pemprov DKI Tambah RTH untuk Tekan Polusi Udara

Vendi Y Susanto ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 12:56 WIB
Perindo Minta Pemprov DKI Tambah RTH untuk Tekan Polusi Udara

Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Sahrianta Tarigan mengingatkan pentingnya RTH di Jakarta. (Foto: Okezone/dok).

JAKARTA. iNews.id – Pemprov DKI Jakarta diminta untuk menambah jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menekan polusi udara dan melestarikan lingkungan. RTH dapat juga berfungsi sebagai tempat interaksi antarwarga.

Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Sahrianta Tarigan mengatakan, RTH harus jadi perhatian utama mengingat lahan terbuka di Jakarta kian sempit. Di tengah pencakar langit dan beton-beton permukiman, dibutuhkan RTH sebagai tempat bermain bagi anak-anak.

Menambah jumlah RTH memang tak mudah. Karena itu Sahrianta meminta Pemprov DKI melakukan dialog dengan masyarakat, perorangan atau pengusaha yang bersedia menjual lahan milik mereka sesuai NJOP untuk dibangun RTH dengan melihat kondisi geografis lahan tersebut.

“Ya, ini menjadi problem utama dan sebenarnya kalau Pemprov DKI jeli serta mau melihat kebutuhan ruang terbuka hijau banyak kok masyarakat mau menjual tanahnya sesuai harga NJOP,” kata Sahrianta ketika dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Dia menilai, semakin banyak RTH, dampak polusi udara kendaraan bermotor juga dapat dikurangi. Untuk itu, Pemprov DKI harus serius menata dan menyiapkan RTH baru agar lingkungan asri di Jakarta kembali terlihat.

Selain itu, ketersedian RTH yang cukup di DKI Jakarta juga akan mengubah wajah Ibu Kota menjadi salah satu kota metropolitan di Asia Tenggara. Jakarta yang kerap diidentikkan dengan kota tidak ramah lingkungan, biang kemacetan, dapat menjadi kota hijau dan nyaman.

“Syarat menjadi kota metropolitan tentunya ada pemenuhan ruang terbuka hijau sebagaimana program khusus badan dunia,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan DKI Jakarta, RTH di Ibu Kota hanya berkisar 14,9 persen dari yang mestinya dipenuhi sebesar 30 persen dari total luas wilayah DKI Jakarta.

 


Editor : Zen Teguh