43 Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik, Partai Perindo Dukung Target Elektrifikasi pada 2027
JAKARTA, iNews.id – Pemerataan akses listrik masih menjadi tantangan pembangunan di wilayah kepulauan yang berdampak pada kualitas layanan publik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di Maluku Utara, pemerintah daerah menargetkan seluruh desa telah menikmati listrik pada 2027 untuk menghapus kesenjangan akses energi.
Target tersebut disampaikan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat menghadiri Alignment Forum Percepatan Program Listrik Desa Berkelanjutan di Jakarta, Senin (13/7/26). Sherly mengungkapkan jumlah desa yang belum berlistrik berhasil ditekan dari 70 desa saat dia dilantik pada awal 2025 menjadi 43 desa per Juni 2026.
Sherly menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan mengawal percepatan elektrifikasi dengan memastikan kesiapan akses jalan, jembatan, pembebasan lahan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar target elektrifikasi 100 persen pada 2027 dapat tercapai.
Merespons komitmen tersebut, Dody Toisuta, Koordinator Wilayah DPP Partai Perindo untuk Maluku, Maluku Utara, dan Tanah Papua, menilai percepatan elektrifikasi perlu mendapat dukungan seluruh pemangku kepentingan karena listrik merupakan fondasi pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
"Listrik tidak boleh dipandang sekadar infrastruktur yang menyalakan lampu. Kehadirannya menjadi fondasi pemerataan pembangunan karena membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, ekonomi digital, hingga kesempatan usaha yang lebih luas di desa-desa," ujar Dody dalam keterangannya, Kamis (16/7/26).