Polda Metro Jaya Akan Terapkan Tilang Elektronik di Jalur Transjakarta

Yan Yusuf ยท Sabtu, 16 Februari 2019 - 05:05 WIB
Polda Metro Jaya Akan Terapkan Tilang Elektronik di Jalur Transjakarta

Jalur Transjakarta (Foto: DOK)

JAKARTA, iNews.id – Upaya untuk memberikan efek jera terhadap pengendara yang bandel melintas di jalur busway terus dilakukan Polda Metro Jaya. Setelah menjatuhkan denda maksimal Rp500.000 kepada pelanggar, Polda Metro Jaya akan menerapkan sistem Elektronik Traffic Law Enforcment (ETLE) atau tilang elektronik di jalur Transjakarta.

Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman mengatakan, Ditlantas Polda Metro Jaya tengah merancang untuk mengkoneksikan jalur Transjakarta ke sistem tilang elektronik. Uji coba akan dilakukan sembari memasang Closed Circuit Television (CCTV).

“Semoga saja tahun ini goal, tapi arah kami ke sana kok,” kata Herman di Jakarta, Jumat (15/2/2019).
Kendati demikian, Herman masih enggan merinci jalur-jalur Transjakarta yang masuk ke sistem ETLE. Menurut dia, jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin kemungkinan akan diujicobakan untuk sistem baru ini.

“Kalau diperhatikan, di ujung jalur di Sarinah dan Patung Kuda itu ada CCTV. Dan itu sudah bisa terkoneksi ETLE,” ucap dia.

BACA JUGA: Penerapan E-Tilang, Polda Metro Jaya Akan Tindak Kendaraan Pelat Non-B

Pelanggar yang terekam kamera pengawas di kawasan tilang elektronik akan diverifikasi oleh petugas back office Polda Metro Jaya untuk dipastikan validitas pelanggarannya.

Selanjutnya, petugas mengirimkan surat konfirmasi yang disertai foto pelanggaran ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos Indonesia atau email dan nomor ponsel, maksimal tiga hari setelah peristiwa pelanggaran.

Pelanggar selanjutnya mendapatkan surat konfirmasi. Pemilik kendaraan memiliki waktu selama lima hari untuk mengonfirmasi penerimaan surat dari Polda Metro ke website www.etle-pmj.info atau aplikasi ETLE-PMJ yang dapat diunduh melalui ponsel dengan sistem operasi android, atau melalui PT Pos Indonesia.

Setelah melakukan konfirmasi, pemilik kendaraan akan mendapat surat tilang berwarna biru sebagai bukti pelanggaran, berikut dengan kode BRI virtual untuk menyelesaikan pembayaran denda paling lama satu pekan melalui bank BRI.

Selain penerapan sistem tilang elektronik, Herman menuturkan, penugasan anggota Gakum di beberapa koridor tertentu tetap diterapkan. Diharapkan, langkah ini juga membuat pengendara yang bandel masuk ke jalur busway jera.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto