Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Lapas, 1,57 Kg Sabu Diamankan

Fendra Kurniawan, Antara ยท Kamis, 04 April 2019 - 16:59 WIB
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Lapas, 1,57 Kg Sabu Diamankan

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu Edi Suprayitno. (Foto: iNews/Fendra Kurniawan)

JAKARTA, iNews.id – Aparat Polres Tanjung Priok Jakarta Utara mengamankan bandar narkoba berinisial LC (28). Tersangka diketahui berperan sebagai kaki tangan bandar besar yang kini berada di dalam sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Tersangka LC ini dikendalikan oleh bandar berinisial Mr B yang saat ini berada di dalam lapas karena berstatus narapidana. LC mengedarkan atas perintah Mr B. Jadi, ketika LC ditelepon suruh antar barang, baru dia bergerak,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Edi Suprayitno di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/4/2019).

Terkait lapas yang menjadi lokasi Mr B ditahan, Edi enggan memberi keterangan secara perinci karena kasus tersebut masih dikembangkan oleh penyidik. “Lapasnya berinisial C, lokasinya di luar Jakarta,” ujar Edi.

Dia mengatakan, tersangka LC beroperasi seorang diri, namun tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. “Untuk sementara tersangka tunggal, kami sedang melakukan pengembangan dan masih menyelidiki lebih dalam,” kata Edi.

Tersangka LC ditangkap di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (1/4/2019) lalu sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah diinterogasi dan dilakukan penggeledahan di rumah kos tersangka, polisi mengamankan sejumlah besar barang bukti, antara lain 1,57 kg sabu, 162 butir ekstasi, 200 butir pil happy five (H5), 11,95 gram ganja, dan 5 gram heroin.

“Total keseluruhan barang bukti jika dinominalkan, sabu-sabu sekitar Rp2,3 miliar dan yang lain-lain sekitar Rp500 juta, jadi total Rp2,8 miliar,” ungkap Edi.

Tersangka LC juga terbukti positif mengonsumi narkoba berdasarkan hasil tes urinnya. Edi mengatakan, tersangka juga pernah ditahan dengan kasus yang sama dan dibebaskan dari penjara pada 2012 silam.

Tersangka LC dijerat dengan sangkaan primer Pasal 114 ayat 2, subsider Pasal 112 ayat 2 dan pasal 111 ayat 1, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5/1997 tentang Psikotropika.

Ancaman dari pasal di atas adalah hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal hukuman mati serta denda minimal Rp1 miliar dan denda maksimal Rp10 miliar.


Editor : Ahmad Islamy Jamil