Polisi Tutup Jalan Medan Merdeka Barat Arah Istana Negara
JAKARTA, iNews.id - Polisi mulai menutup arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat dengan barier dan konblok. Penutupan dilakukan jelang aksi unjuk rasa atau demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) hari ini.
Berdasarkan pantauan Jumat (16/10/2020) sekitar pukul 12.45 WIB, pengendara sudah tak bisa melintas di Jalan Medan Merdeka Barat ke arah Istana Negara. Pengendara pun dialihkan ke Jalan Medan Merdeka Selatan.
Polisi sudah bersiaga di Jalan Medan Merdeka Barat. Mobil pengurai massa (Raisa), Barracuda dan Water Cannon sudah disiagakan di depan Kantor Kementerian Politik Hukum dan HAM (Kemenko Polhumam).
Sementara arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat, dari arah Istana Negara ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha sudah ditutup sejak Jumat pagi. Pengendara pun dialihkan melalui jalur lain.
Sebanyak 8.000 personel gabungan TNI, Polri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diterjunkan mengawal aksi BEM SI di sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat. "Pasukan gabungan Polri, TNI dan Pemprov DKI dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Jumat.
Polda Metro Jaya juga menyiagakan sekitar 10.000 personel di Monumen Nasional (Monas) guna mengantisipasi aksi unjuk rasa saat terjadi peningkatan eskalasi massa. Polisi juga membuat pembatas (barrier) di akses masuk Jalan Medan Merdeka Barat atau Patung Kuda agar pengunjuk rasa tidak mendekat ke Istana Merdeka.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menutup akses Jalan Merdeka Barat, Harmoni, Veteran 3 dan belokan Gambir menuju Istana Merdeka sejak Kamis pukul 23.00 WIB guna mengantisipasi pergerakan pengunjuk rasa.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga menyiapkan pengalihan arus kendaraan di sekitar Istana Merdeka untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat pengunjuk rasa menyampaikan pendapat di muka umum.
Editor: Djibril Muhammad