Polisi Ungkap Motif Penculikan Anak di Pesanggrahan

Ari Sandita Murti ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 14:58:00 WIB
Polisi Ungkap Motif Penculikan Anak di Pesanggrahan
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono membagikan paket sembako kepada warga Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2020). (Foto: Humas Polres Jaksel).

JAKARTA, iNews.id - Polisi telah menangkap dua orang dalam kasus penculikan anak berinisial PR (3) yang terjadi di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Motif pelaku yang ternyata ibu dan anak itu karena ingin memiliki saudara.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono mengatakan, sejatinya polisi menciduk P (18) di rumahnya, kawasan Tangerang, Banten bersama ibunya, N (48) pada Selasa, 28 Juli 2020. Saat diperiksa, N ternyata terlibat dalan kasus penculikan tersebut sehingga N pun ditetapkan sebagai tersangka bersama P.

"Motifnya ini, tersangka P mengaku ingin punya saudara karena dia tak punya saudara sehingga ada anak-anak dia bawa. Sedangkan N, sebagai ibu tak bisa melahirkan lagi sehingga saat P bawa korban, ya sudah kita jadikan anak saja katanya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/7/2020).

Dari hasil penyidikan, Budi memaparkan, penculikan terjadi pada Senin, 27 Juli 2020, saat pelaku P dan N tengah main di rumah neneknya kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat P melihat korban, dia lantas membawanya begitu saja. Korban pun kemungkinan pernah bertemu pelaku karena dia menurut begitu saja saat dibawa pergi.

"Kedua tersangka dikenakan Pasal 328/332 KUHP/ 76F Jo 83 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Budi menuturkan, P lantas menemui ibunya, N yang sudah mengetahui jika anak tersebut diambil dari rumah orang tanpa sepengetahuannya. Bahkan, N justru menyetujui perbuatan P karena memang N ingin menjadikan korban sebagai anak.

"Jadi sama-sama ingin menguasai (korban) sehingga ibu dan anak kita jadikan tersangka. Keduanya lantas pergi ke Stasiun kereta dan menuju kawasan Tangerang untuk pulang ke rumahnya," ujarnya.

Begitu tiba di Stasiun kawasan Tangerang, kedua pelaku dijemput suami N. Suaminya itu pun kaget dengan adanya korban. Namun, keduanya berbohong kalau anak tersebut dipungut dari jalanan tanpa punya orangtua sehingga ingin dirawat di rumahnya.

"Bapaknya ini tak tahu apa-apa sehingga tak diamankan. Sejauh ini tak ada tanda kekerasan fisik, korban juga hanya menangis saja ingin bertemu orang tuanya dan sudah dikembalikan ke orang tuanya," katanya.

Polisi, menurut Budi, juga bakal memeriksakan tersangka ke psikolog untuk mengetahui ada tidaknya persoalan mental di antara keduanya sehingga melakukan penculikan. Penangkapan kedua pelaku berdasarkan CCTV di sekitar rumah korban yang merekam kejadian tersebut.

Editor : Djibril Muhammad