Polres Jakarta Utara Akan Jual Masker Sitaan, Alasannya Diskresi

Antara, Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 05 Maret 2020 - 17:05 WIB
Polres Jakarta Utara Akan Jual Masker Sitaan, Alasannya Diskresi

Penggerebekan masker. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Polres Jakarta Utara memutuskan akan menjual 72.000 lembar masker hasil sitaan yang merupakan barang bukti kasus penimbunan masker. Polisi berasalan karena mengambil diskresi khusus.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Jerdi Susianto mengatakan, 72.000 lembar masker itu akan dijual dengan harga murah kepada masyarakat. "Kami dalam hal ini terhadap masker yang kami sita, yang kami jadikan barang bukti ini akan kami jual kembali kepada masyarakat dengan harga sebelum kenaikan masker ini," katanya di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020).

Budhi mengaku, perjualan masker sitaan itu juga sudah mendapat persetujuan dari dua tersangka pemilik barang. Harga asli masker Rp22.000 per kotak. Namun, dua tersangka penimbun menjual Rp200.000 per kotak.

Nantinya, menurut dia, masker akan dikemas ulang ke dalam pak kecil yang masing-masing berisi 10 lembar masker. Warga hanya boleh membeli dua pak masker.

"Kami jual per 10 lembar nanti kami hargai Rp4.000 dan warga bisa membeli maksimal dua pak agar bisa meluas dan merata hasilnya," ujar Budhi.

Budhi menyadari diskresi yang diambil Polres Metro Jakarta Utara merupakan hal yang tidak biasa. Namun, dia mengaku, diskresi tersebut memiliki landasan hukum yang diatur dalam undang-undang (UU).

"Kami melakukan diskresi Kepolisian karena tindakan yang kami lakukan juga diatur oleh UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, di mana tindakan kami lakukan agak sedikit melanggar aturan tapi tindakan tersebut untuk kepentingan umum masyarakat yang lebih luas," ujarnya.

Hasil penjualan masker sitaan, Budi mengungkapkan, akan dijadikan pengganti barang bukti dalam kasus penimbunan masker.

Sedangkan dua tersangka penimbun yang berinisial HK dan TK akan dijerat dengan Pasal 117 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan atau Pasal 196 UU Nomor Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp50 miliar.

Polda Metro Jaya dalam beberapa hari terakhir telah melakukan penindakan terhadap oknum-oknum yang mencoba mengeruk keuntungan dari keresahan masyarakat terkait isu virus corona (Covid-19).

Antara lain menggerebek pabrik masker ilegal di gudang yang dijadikan pabrik masker di Kawasan Pergudangan Central Cakung Blok i Nomor 11 Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rorotan Cilincing Jakarta Utara.

Lalu menggerebek sebuah gudang di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari,Tangerang, lantaran diduga menjadi lokasi penimbunan masker dan menyita 287 dus berisi masker.

Kemudian Kepolisian menyita 350 dus masker dalam penggerebekan di sebuah apartemen di bilangan Grogol, Jakarta Barat.

Editor : Djibril Muhammad