Pos PPKM Darurat Macet, Pangdam Jaya: 80 Persen Pekerja, Masih Ada Perusahaan Tidak Patuh
JAKARTA, iNews.id - Pos penyekatan di sejumlah pintu masuk ke Jakarta mengalami kemacetan hebat, Senin (5/7/2021). Penyebabnya tak lain masih banyak masyarakat yang berusaha masuk Jakarta dengan berbagai alasan.
Pangdam Jaya, Mayjen TNI Mulyo Aji mengatakan kendaraan yang menumpuk di pos PPKM darurat didominasi oleh para pekerja. Hal itu menurutnya menunjukkan masih banyak perusahaan yang tidak mematuhi aturan 100 persen work from home (WFH) untuk sektor nonesensial dan 50 persen WFH di sektor esensial.
“Kemacetan tadi 80 persen merupakan pekerja. Berarti ada beberapa (instansi) yang tidak patuh apa yang disampaikan pemerintah,” kata Mayjen TNI Mulyo Aji dalam konferensi pers virtual PPKM Darurat yang disiarkan dalam kanal Youtube Kementerian Maritim dan Investasi, Senin (5/7/2021)
Mulyo menegaskan akan tetap memutarbalikan para pengemudi meskipun dengan alasan bekerja. Menurutnya jalan akan dibuka hanya bagi pekerja sektor esensial dan kritikal.
Perpanjangan PPKM Mikro di Luar Jawa-Bali, Ini 43 Daerah yang Diperketat
Pangdam Jaya menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan komando wilayah sekitar Jakarta. Adapun hal ini diharapkan untuk mengurangi tingkat mobilitas terutama di wilayah-wilayah penyangga ibu kota.
“Sehingga tidak menjadi bermasalah ketika sudah masuk di wilayah Jakarta,” ucapnya.
Sebelumnya Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji meninjau langsung penyekatan di Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (5/7/2021) siang. Kemacetan di sana terjadi karena masih banyak masyarakat yang terpaksa berangkat kerja di tengah penerapan PPKM Darurat.
“Jadi kami di lapangan ini menegakkan aturan sesuai perintah. Kami di sini bukan berdebat tapi menyeleksi. Mereka (warga) memaksa masuk karena perintah kantor, ini yang jadi masalah," ujarnya.
Editor: Rizal Bomantama