Pramono Bersyukur WFH Ditetapkan Hari Jumat Bukan Rabu, Ada Apa?
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersyukur kebijakan work from home (WFH) ditetapkan pada hari Jumat, bukan Rabu. Bahkan, ia mengaku kerepotan jika WFH dilaksanakan di hari Rabu.
Menurut Pramono, hari Rabu bertepatan dengan kebijakan ASN naik transportasi umum. Sehingga, jika WFH diterapkan pada hari yang sama akan menimbulkan tumpang tindih kebijakan di lapangan.
"Tentunya saya bersyukur tidak hari Rabu, karena kalau hari Rabu bagi Jakarta juga akan mengalami kerepotan karena hari transportasi umum," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, Pramono akan menggelar rapat paripurna untuk mendetailkan siapa saja yang dapat menerapkan WFH setiap Jumat. Sebab tak semua sektor kata dia bisa memberlakukan aturan WFH ini.
Pejabat Madya dan Layanan Publik DKI Tetap Wajib Ngantor meski Ada Kebijakan WFH Tiap Jumat
"Karena pelayanan publik kan tidak boleh terganggu dan tidak boleh. Misalnya urusan kesehatan, bantuan sosial, pendidikan, yang memang harus ada di lapangan, maka kami akan atur mereka tetap bekerja seperti biasa," ucapnya.
DPR Ingatkan WFH ASN Tiap Jumat Harus Diawasi Ketat, Jangan Sampai Dipakai Jalan-Jalan
"Terutama 44 Puskesmas kita kemudian 292 Puskesmas pembantu, dan 31 Rumah Sakit tetap seperti biasa, tidak work from home, karena nggak mungkin diwakilkan. Tetapi untuk dinasnya sendiri, boleh," kata Pramono.
Sebelumnya, Pemerintah secara resmi menetapkan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah adaptif guna menghadapi dinamika global. Penerapan WFH tersebut dilakukan setiap hari Jumat.
“Sebagai langkah adaptif dan preventif guna menghadapi dinamika global, pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja yang mendorong budaya perilaku kerja yang lebih efisien produktif dan berbasis digital,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Editor: Puti Aini Yasmin