Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pramono Tunda IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta: Pasar Modal Lagi Lesu
Advertisement . Scroll to see content

Pramono Minta Maaf KJMU Telat Cair, Ungkap Penyebabnya

Selasa, 03 November 2026 - 11:36:00 WIB
Pramono Minta Maaf KJMU Telat Cair, Ungkap Penyebabnya
Gubernur Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf atas kendala pencairan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Keterlambatan pencairan disebabkan sejumlah persoalan administrasi.

"Berkaitan dengan KJMU, yang pertama Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini. Kenapa terlambat? Karena banyak faktor," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Pramono menjelaskan, 1.100 penerima manfaat KJMU saat ini masih menggunakan rekening dengan 10 digit angka. Padahal, nomor rekening yang telah berlaku saat ini sudah 11 digit.

"Karena adanya data dengan digit 10 yang jumlahnya cukup besar untuk rekeningnya, padahal digit sekarang kan sudah 11, jumlahnya kurang lebih 1.100 rekening. Sehingga kalau kemudian kita transfer pasti akan menimbulkan persoalan di lapangan," katanya.

Selain itu, ada ketidaksesuaian pada nomor induk kependudukan (NIK) seperti jenis kelamin hingga tanggal lahir. Dia menambahkan, perubahan desil juga menyebabkan kendala dalam pencarian KJMU ini.
 
"Ini juga menyebabkan perhitungan yang menjadi berbeda dan angkanya juga cukup besar, termasuk kemudian kita temukan adanya RT, RW, kelurahan, kecamatan yang tidak sesuai," katanya.

Dalam kesempatan ini, Pramono menyampaikan masih ada 14.554 penerimaan baru Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang belum memiliki rekening dan 6.587 penerima KJMU. Sementara penerima baru dengan NIK di luar Jakarta jumlahnya 2.155 orang.

"Memang agak kompleks persoalannya. Tetapi saya sudah memerintahkan untuk yang perpanjangan, yang perpanjangan, hari ini harus selesai," katanya.

Pramono berharap persoalan bantuan pendidikan ini bisa selesai paling 6 November 2026. Sebab bantuan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan para penerima manfaat.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut