Pramono Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Pilah Jadi Kunci
Selain itu, pengelolaan sampah organik melalui bank sampah meningkat dari 1.046 ton menjadi 1.432 ton. Sementara volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang berkurang sekitar 500 ton per hari.
“Ini tentunya mempunyai makna yang cukup baik bagi kita, sudah on the track. Untuk itu, diperlukan keseriusan dan keberlanjutan dari komunitas dalam pelaksanaan gerakan pilah sampah. Gerakan ini dan penanganan persoalan persampahan di Jakarta memang betul-betul harus kita tangani secara komprehensif,” kata dia.
Pramono juga menekankan pentingnya konsistensi dan pengawasan agar perubahan pola pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan. Dia bahkan meminta persoalan persampahan menjadi agenda rutin yang dibahas di lingkungan Balai Kota.
Selain mengurangi sampah dari sumbernya, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan fasilitas pengolahan sampah. Salah satunya RDF Rorotan yang saat ini mampu mengolah sekitar 800 hingga 1.000 ton sampah per hari.
Menurut Pramono, penanganan sampah secara komprehensif dapat memberikan efek berganda, mulai dari menurunkan polusi hingga mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.