Protes Jalan Rusak, Warga Rumpin dan Parung Panjang Hadang Dump Truck

Wildan Hidayat ยท Minggu, 28 Januari 2018 - 19:29 WIB
Protes Jalan Rusak, Warga Rumpin dan Parung Panjang Hadang Dump Truck

Ratusan warga Rumpin dan Parung Panjang menghadang truk pengangkut pasir dan batu dari galian tambang di Gunung Sindur.

BOGOR,iNews.id – Kekesalan warga Parung Panjang dan Rumpin Kabupaten Bogor memuncak. Ratusan warga menghadang truk pengangkut pasir dan batu yang melintas di Jalan Raya Parung Panjang yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dengan batu dan senjata tajam, Minggu (28/1/2018).

Warga kecewa sudah puluhan tahun jalan rusak akibat truk pengangkut galian tambang pasir dan batu tetapi tidak pernah diperbaiki pemerintah Kabupaten Bogor. Aksi protes yang dilakukan ratusan warga tersebut merembet dari Parung Panjang hingga ke Rumpin, Kabupaten Bogor.  

Ratusan warga baik dewasa maupun anak-anak menyemut sejak pukul 13.00 WIB. Mereka menutup jalan dengan menggunakan batu, ban, kayu, dan bambu. Sebagian warga juga membawa senjata tajam untuk menghadang truk pasir dan batu yang melintas.

Seorang warga Ahmad mengatakan, aksi protes tersebut merupakan buntut kekesalan warga yang sudah lama dipendam. Selama 20 tahun warga pasrah dengan kondisi jalan yang rusak akibat dilintasi truk bermuatan berat.

“Intinya sudah gerah, tuntutan sudah dilimpahkan ke kecamatan dan Pemda tetapi tidak ada tanggapan,” kata Ahmad, Minggu (28/1/2018).

Menurut dia, selain jalan rusak, dampak dari truk bermuatan pasir dan batu adalah kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Banyak korban kecelakaan melibatkan truk hingga terlindas.  

“Selain itu, polusi jelas kalau musim kemarau, banyak sekali warga terkena penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan atas). Kalau musim hujan banyak yang jatuh karena licin,” ujarnya.    

Warga yang kesal juga melempari truk dengan batu. Beruntung petugas gabungan TNI dan Polri sigap mengamankan. Warga mengancam akan terus memblokade jalan jika Pemda tidak memenuhi janji memperbaiki jalan.

“Kita ingin pengusaha tambang itu memiliki jalur sendiri, tidak lewat jalan negara,” ucap Ahmad.   

Kapolsek Rumpin Polres Bogor Kompol Hariyanto mengatakan, aksi protes tersebut merupakan buntut dari kekesalan warga karena kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut pasir beberapa hari lalu. Sehingga mematik reaksi warga sejak pagi berkumpul ke kantor kecamatan. Lalu bergerak ke jalan-jalan yang dilalui truk untuk memblokir.  

“Langkah-langkah saya sudah menegosiasi untuk tidak anarkis dan meminta truk untuk arah balik ke tambang. Tetapi ini bukan kewenangan kami, ini Dinas Perhubungan,” kata Hariyanto.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto