Rahmat Terima Laporan 65 Warga Bekasi Jadi Korban Tsunami, 4 Meninggal
BEKASI, iNews.id - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendapat laporan sebanyak 65 warga Kecamatan Medansatria menjadi korban tsunami Selat Sunda. Puluhan warga Bekasi itu tengah family gathering di Pantai Anyer, Banten, saat bencana tsunami menerjang Sabtu (22/12/2018).
“Informasi yang dihimpun, sebanyak 65 warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria ini sedang menjalani family gathering di Karang Bolong, Serang, Banten sejak Sabtu (22/12/2018),” kata Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa (25/12/2018).
Dia memastikan sebanyak 61 dari total 65 warganya berhasil selamat dari bencana tsunami di Pantai Anyer. Hal itu diketahuinya berdasarkan hasil monitoring secara langsung di Pantai Anyer bersama Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Arief Maulana, Kepala Dinas Perhubungan Yayan Yuliana, Kasatpol PP Cecep Suherlan dan Camat Medansatria, Taufiq R.
Warga Kota Bekasi yang terdampak tsumani terdiri atas 44 dewasa dan sisanya anak-anak termasuk balita. Menurut Rahmat, 61 korban yang selamat telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Sedangkan sebanyak empat orang lainnya, yakni Masnadi (42), Nuhasan (32), M Soleh (40) dan Sulaeman (38) diketahui meninggal dunia karena berpisah dari rombongan untuk mancing di pesisir pantai saat tsunami terjadi.
Rahmat menuturkan, proses pencarian korban melibatkan sepuluh personel Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi serta puluhan relawan. Petugas evakuasi Kota Bekasi dikerahkan menuju Instalasi Gawat Darurat RSUD Banten dan Puskesmas Cinangka yang beralamat di Jalan Raya Karang Bolong KM139 Serang Banten.
"Di RSU Banten kami menemui warga Medansatria bernama Yogi (25) dengan kondisi luka-luka dan membutuhkan perawatan yang lebih baik, sehingga kami bawa ke RSUD Kota Bekasi,” ujar dia.
Rahmat meminta Tim Unit Respon Cepat (URC) dari Pemkot Bekasi untuk tetap berada di lokasi membantu proses evakuasi korban bersama dengan tim lainnya di lokasi kejadian.
“BPBD Kota Bekasi telah bergabung di Banten dan disiapkan sampai waktu yang telah ditentukan oleh komando dari Basarnas,” tutur dia
Editor: Khoiril Tri Hatnanto