Revitalisasi TIM Diprotes, Anies: Orang yang Berimajinasi, Kami yang Disalahkan

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 29 November 2019 - 22:26 WIB
Revitalisasi TIM Diprotes, Anies: Orang yang Berimajinasi, Kami yang Disalahkan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali angkat bicara soal protes dari sejumlah seniman terkait program revitalisasi di kawasan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM). Dia menilai sulit untuk menyatukan imajinasi para pegiat seni tersebut.

Beberapa seniman sebelumnya menentang pembangunan hotel bintang lima dan masuknya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola kawasan pusat budaya dan kesenian itu. “Soal pembangunan TIM ini, kalau imajinasinya berbeda, repot. Orang-orang membuat imajinasi, lalu kami yang disalahkan. Karena imajinasi soal TIM yang kami buat beda dengan imajinasinya, maka itu kami disalahkan,” ucap Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Padahal, kata dia, Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan kawasan itu sebagai pusat kesenian dan kebudayaan bertaraf internasional. Dia berharap para seniman dari berbagai daerah maupun mancanegara bisa berkumpul di kawasan itu. “Artinya apa? Yang nantinya hadir di TIM itu adalah pelaku-pelaku kebudayaan dari seluruh dunia,” ujarnya.

Dengan pembangunan hotel atau wisma di dalam lingkungan TIM, para seniman dari berbagai belahan dunia tak perlu repot mencari penginapan bila datang berkunjung ke Jakarta. “Pelaku seniman dunia itu datang ke Jakarta tidak tinggal di luar (komplek TIM), tapi bisa di dalam. Selama 24 jam dia di situ,” tutur Anies.

Pembangunan hotel bintang lima dalam proyek revitalisasi TIM mendapat penolakan dari segelintir pegiat seni. Belakangan, DPRD DKI Jakarta juga ikut-ikutan menolak pembangunan tempat penginapan tersebut. Anggota DPRD pun memangkas usulan dana penyertaan modal daerah (PMD) dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 untuk revitalisasi TIM yang awalnya sebesar Rp600 miliar, menjadi hanya Rp 200 miliar.

Pemotongan dana sebesar Rp 400 miliar itu pun menyebabkan PMD yang diterima Jakpro untuk 2020 menjadi Rp2,7 triliun dari yang tadinya dalam usulan awal sebesar Rp3,1 triliun.


Editor : Ahmad Islamy Jamil