Sabtu, Jembatan 6 Jalan KH Noer Alie Kalimalang Ditutup Selama 3 Bulan

Antara ยท Kamis, 04 Oktober 2018 - 17:15:00 WIB
Sabtu, Jembatan 6 Jalan KH Noer Alie Kalimalang Ditutup Selama 3 Bulan
Proyek Tol Becakayu (Foto: Okezone)

BEKASI, iNews.id – Pemerintah Kota Bekasi akan menutup jembatan 6 Jalan KH Noer Alie, Kalimalang, untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Sejumlah rekayasa lalu lintas telah disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Bekasi.

“Kami akan menutup fungsional Jembatan 6 Kalimalang, mulai Sabtu (6/10/2018) hingga tiga bulan ke depan,” kata Kepala Bidang Transportasi Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Kamis (4/10/2018).

Menurut dia, penutupan jalan merupakan imbas pekerjaan konstruksi Tol Becakayu berupa pemasangan pile cap di area jembatan. Oleh karena itu, sebagian konstruksi jembatan harus dibongkar.

“PT Waskita harus membongkar Jembatan 6 agar melancarkan kelangsungan proses pembangunan Becakayu. Kita sudah negosiasi, hasilnya penutupan itu maksimal berlangsung selama tiga bulan,” ujar Johan.

Penutupan jembatan diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Seperti titik putaran jalan dari Galaxy menuju Bekasi. Dishub Bekasi telah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama jembatan 6 ditutup seperti, pengalihan titik putar hingga ke Jembatan Caman.

Kendaraan dari Galaxy yang ingin menuju Bekasi dan menuju jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jalan KH Noer Alie atau Jakarta diharuskan berputar di Jembatan Caman.

“Untuk simpang Galaxy tidak ada perubahan sirkulasi lalu lintas. Yang berubah itu di sekitaran simpang Caman. Jadi dia berfungsi sebagai putaran kendaraan dari Galaxy dan kendaraan dari Jakarta yang ingin menuju ke Jatibening,” ucap dia.

Agar arus lalu lintas berjalan lancar selama penutupan jembatan, Johan mengaku, telah menjalin kesepakatan dengan PT Waskita Karya selaku kontraktor proyek Tol Becakayu.

“Klausul pertama, kami ingin fasilitas lalu lintas sudah disiapkan, seperti rambu-rambunya. Kedua, penerangan jalannya. Ketiga, tidak boleh ada sisa pekerjaan pada ruas jalan yang ada, semua harus dinormalkan kalau sudah selesai,” tutur Johan.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto