Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Realisasi KPR Subsidi FLPP Tembus 278.865 Unit di 2025, Didominasi Gen Z dan Milenial 
Advertisement . Scroll to see content

Sandi Jajaki Rumah Tapak DP 0 Persen di Rorotan, April Diluncurkan

Minggu, 21 Januari 2018 - 14:50:00 WIB
Sandi Jajaki Rumah Tapak DP 0 Persen di Rorotan, April Diluncurkan
Ilustrasi hunian DP 0 persen berkonsep rumah tapak (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA,iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus mengembangkan pembangunan program rumah down payment (DP) 0 persen. Setelah meresmikan pembangunan rumah vertikal atau susun di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pemprov menjajaki pembangunan rumah tapak di kawasan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, ada beberapa pengembang menghubunginya untuk kerja sama rumah tapak dengan konsep DP 0 persen di kawasan Rorotan, Jakarta Utara. Namun, kata Sandi, Pemprov DKI masih butuh pengkajian atas usulan tersebut, terkait luas tanah dan konsep yang akan diterapkan.

“Kemarin kami dapat kabar di Rorotan sudah ada pengembang yang mendorong DP 0 rupiah rumah tapak,” kata Sandi di Jakarta, Minggu (21/1/2018).

Atas usulan pengembang itu, Politisi Partai Gerindra ini menyampaikan, sudah berkoordinasi dengan Gubernur Anies Baswedan. Menurut Sandi, Anies sudah menyetujui rencana pembangunan rumah tapak tersebut, tetapi gubernur tetap meminta agar rumah DP 0 persen di Rorotan berlantai tiga hingga empat.

“Pak Anies bilang, saya setuju, dioptimalisasi saja. Karena lahan sulit di Jakarta. Kalau rumah tapak bisa 3-4 lantai, itu mungkin lebih bisa dinikmati warga Jakarta,” ujar Sandi.

Sandi mengakui, cukup sulit mencari lahan di Jakarta untuk pembangunan rumah tapak. Karena itu, opsi terbaik untuk memaksimalkan program hunian khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini harus berkonsep vertikal. “Sekarang kami genjot lokasi dan pengembang mana saja yang mau bekerja sama dengan kami,” ucapnya.

Dia menyarankan, jika pembangunan rumah tapak di Rorotan nanti terealisasi, Sandi ingin pemasarannya bersifat evidence base marketing. Artinya, harus ada bukti produk benar-benar nyata. Misalnya, ada rumah contoh. Tujuannya agar masyarakat DKI Jakarta yang ingin membeli benar-benar tahu bentuk dan kondisi rumah.

“Harus ada show unit, mereka bawa calon pembeli datang melihat fisiknya seperti apa. Dari situ kami harapkan BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah) selesai dengan kajian. Setelah persetujuan pemangku kepentingan lain, April kita launching,” kata Sandi.

Editor: Khoiril Tri Hatnanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut