Sandiaga Sarankan Warga Tidak Mengadu ke Balaikota, Cukup Kelurahan
JAKARTA, iNews.id – Salah satu tradisi yang dijalankan pemimpin DKI Jakarta sejak dijabat mantan Gubernur Joko Widodo adalah memberikan kesempatan warga menyampaikan keluhan dan aspirasi secara langsung bertatap muka di balaikota. Setelah Jokowi menjadi presiden, kebiasaan itu diteruskan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dilantik menggantikannya.
Tradisi itu pun juga diteruskan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang baru menjabat sejak 16 Oktober 2017. Menurut Sandiaga, menerima keluhan dan aspirasi warga merupakan tradisi yang baik, sehingga akan tetap diteruskan. Namun, lanjut Sandiaga, sebenarnya warga tidak perlu juga datang langsung ke baikota. Sebab, justru mmembutuhkan biaya lebih untuk transportasi dan kurang efektif.
“Kalau datang kesini, kalau saya bilang tindak lanjuti pasti kita tindak lanjuti. Tetapi kan tidak semua jutaan masyarakat datang kesini (balaikota). Saya ingin terakomodir dengan baik di kecamatan, kelurahan, dan pos-pos lain,” terangnya Sandiaga di Balaikota DKI, Jumat (3/11/2017).
Menurut Sandiaga, hampir setiap hari, aduan yang dia terima terkait dengan hukum dan legalitas. Sandiaga menyarankan agar pengaduan warga diajukan ke kantor-kantor terkait yang sesuai keluhan. Hal itu dimaksudkan agar lebih memudahkan warga dan lebih efektif.
“Saya ingin membuat konsep aduan hingga kecamatan dan kelurahan. Sehingga tertata dengan system institusional. Penyelesaian masalah tidak selalu harus dibawa ke balaikota,” terangnya.
Meski demikian, Sandiaga mengaku akan tetap berupaya sebisa mungkin untuk bertatap muka serta mendengarkan curhatan masyarakat.
Editor: Zen Teguh