Satpol PP Tindak Dua Tempat Hiburan di Cilandak karena Langgar PPKM
JAKARTA, iNews.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta bersama TNI dan Polri menindak dua tempat hiburan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/9/2021) dini hari. Kedua tempat itu dinilai melanggar aturan operasional pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Ibu Kota.
Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, selain melanggar PPKM, kafe tersebut juga disegel karena tidak mempunyai izin usaha menjual minuman keras (miras).
"Tempat hiburan yang ditindak petugas adalah Cafe 98 dan Tory Bar di kawasan Cilandak Barat, yang kedapatan masih beroperasi di atas pukul 24.00 WIB," ujar Arifin di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/9/2021).
Dia menyampaikan, Cafe 98 termasuk kategori bar dan selama PPKM Level 3 belum diperbolehkan beroperasi. Sementara itu, Tory Bar yang juga tidak mengindahkan aturan operasional tempat hiburan, kata dia dikenakan sanksi administratif dan tidak diperbolehkan beroperasi selama PPKM Level 3.
Viral Bungkus Petasan dari Al-qur'an, MUI Kota Tangerang: Sangat Terlihat Unsur Kesengajaan dan Penistaan
"Jadi karena beraktivitas, tindakannya adalah yang pertama selama PPKM sebelum diizinkan maka akan ditutup. Yang kedua karena tidak ada izin dikenakan sanksi sebesar Rp50 juta," katanya.
Kapolsek Cilandak Komisaris Polisi Agung Permana mengatakan, bersama pemerintah daerah telah memberikan peringatan kepada tempat hiburan agar mematuhi aturan PPKM Level 3.
"Ada Tory dan Cafe 98, di lokasi ini selain menyalahi peraturan PPKM, bar itu belum diizinkan beroperasi tapi sudah berjalan. Bahkan salah satu yang ditutup ini belum mengantongi izin sama sekali," ucap Agung.
Menurutnya, secara umum tempat hiburan yang ditindak cukup kooperatif meski beberapa di antaranya masih bermain-main dengan petugas di lapangan.
"Ada yang ditutup pintunya sengaja, kemudian suaranya sempet hening tadi. Bahkan ada yang digembok tadi dan akhirnya kita minta dibuka, akhirnya kedapatan masih banyak pengunjung," katanya.
Editor: Kurnia Illahi