Sejuta Warga Meninggalkan Ibu Kota Jakarta Sejak H-8 Lebaran 2019

Antara ยท Kamis, 06 Juni 2019 - 21:31 WIB
Sejuta Warga Meninggalkan Ibu Kota Jakarta Sejak H-8 Lebaran 2019

Pemudik Lebaran 2019. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Sekitar sejuta warga meninggalkan Ibu Kota Jakarta. Hal itu berlangsung sejak hari pertama Operasi Ketupat Jaya 2019 pada 29 Mei hingga hari H Idul Fitri 1440 Hijriah pada 5 Juni 2019 atau H-8 lebaran.

Data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyebutkan, warga yang meninggalkan Jakarta sebanyak 1.029.195 orang. Mereka bergerak dari titik-titik pemberangkatan angkutan massal seperti terminal bus, stasiun kereta, bandara serta pelabuhan dan belum termasuk mereka yang menggunakan kendaraan pribadi.

"Dari hari pertama Operasi Ketupat Jaya 2019 hingga hari ke delapan, atau hari H Lebaran, sudah ada sekitar sejuta warga yang bergerak ke luar Jakarta dari titik-titik pemberangkatan," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Muhammad Naseer saat dikonfirmasi, Kamis (6/6/2019).

Data tersebut memperlihatkan, warga yang meninggalkan Jakarta berangkat dari bandara sejumlah 449.547 orang. Detailnya, dari Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 358.688 orang dan Halim Perdanakusuma sejumlah 90.859 orang.

Sedangkan yang menggunakan kereta api sebanyak 375.948 orang. Dari Stasiun Gambir sebanyak 212.789 orang, sedangkan dari Stasiun Senen sebanyak 163.159 orang.

Sementara yang menggunakan transportasi bus untuk musim mudik pada 2019 ini ada 189.996 orang. Dari Terminal Kampung Rambutan sebanyak 90.852 orang, Terminal Pulo Gebang sejumlah 68.401 orang, Terminal Kalideres sebanyak 23.504 orang dan Terminal Kemayoran (Pool Damri) sebanyak 7.239 orang.

Untuk moda transportasi kapal laut dari Jakarta ada sebanyak 13.704 orang yang terpusat di Pelabuhan Tanjung Priok. Selain yang menggunakan moda transportasi umum, Ditlantas Polda Metro Jaya juga mencatat hingga hari H Idul Fitri 1440 Hijriah, ada 344.383 kendaraan yang ke luar Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama.

Di ruas tol sendiri, kata Naseer, sempat terjadi kepadatan pada 1 hingga 3 Juni 2019 karena berbagai faktor. "Faktor kepadatan tersebut adalah pertemuan arus tol Jorr-Dalam Kota di Cikunir, penyempitan lajur karena proyek, jalan bergelombang, volume kendaraan yang tinggi dan banyaknya kendaraan yang parkir," tutur Naseer.

Sedangkan pada 6 Juni 2019, arus lalu lintas terpantau lancar. "Namun untuk data lalin dan arus mudik, belum ada karena menunggu final pada malam hari," ujar Naseer.

Editor : Djibril Muhammad