Seluruh Bus Transjakarta Tak Terima Pembayaran Tunai Tahun Depan

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 05:00 WIB
Seluruh Bus Transjakarta Tak Terima Pembayaran Tunai Tahun Depan

PT Transjakarta akan menghapus sistem pembayaran uang tunai di dalam bus pada seluruh armada mereka pada 2020. (Foto: ilustrasi/okezone).

JAKARTA, iNews.id - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus membenahi semua aspek dalam sistem transportasi yang dikelolanya. Salah satu pembenahan tersebut yakni tidak diizinkannya membayar dengan uang tunai di dalam bus.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, pembenahan tata cara pembayaran, baik di halte maupun dalam bus, akan terus ditingkatkan. Penggunaan kartu pembayaran menjadi cara yang sangat efektif.

Menurut Agung, ketergantungan pelanggan pada penggunaan mesin electronic data capture (EDC) di dalam bus akan dihentikan pada akhir tahun ini. Artinya, semua armada akan menggunakan sistem pembayaran Tap on Bus (TOB) pada tahun depan. Selain itu, pembayaran tunai di dalam bus juga akan dihapus.

“Nantinya semua akan menggunakan pembayaran TOB dan tidak ada lagi pembayaran dengan kartu uang elektronik di mesin EDC. Fasilitas TOB akan menggantikan mesin EDC dari perbankan. Sistem ini ditargetkan rampung akhir 2019," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/8/2019).

Agung menjelaskan, penghapusan pembayaran uang tunai akan mengurangi terjadinya kebocoran pemasukan tiket. Ini karena semua laporan penjualan tiket tercatat di perbankan.

"Jadi semua akan cashless. Tidak ada lagi penggunaan uang tunai untuk naik bus TransJakarta. Kami jamin uang pelanggan tidak akan dikorupsi,” kata dia.

Agung menjelaskan, sejumlah rute TransJakarta sudah memanfaatkan TOB, yakni Tanah Abang–Stasiun Gondangdia (1H), Tanah Abang-Blok M (1N), Tanah Abang-Stasiun Senen (1R), Pinang Ranti-Pulogadung (4F), dan Kampung Melayu-Tanah Abang (5F). Fasilitas pembayaran ini akan diterapkan di seluruh layanan nonkoridor transportasi publik milik Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, pengadaan sedang dilakukan dan di akhir tahun ini seluruh bus Transjakarta ditargetkan akan terpasang TOB.

Saat ini Transjakarta mempunyai 900 bus yang melayani 169 nonkoridor. Menurut dia, fasilitas TOB akan memudahkan pelanggan Transjakarta karena dapat menerima seluruh kartu elektronik untuk transaksi pembayaran di bus Transjakarta.

"Berbeda dengan mesin EDC yang hanya menerima dari kartu. Kondisi ini membebani masyarakat dengan mengharuskan kepemilikan sejumlah kartu elektronik," kata dia.

Ketersediaan TOB di bus TransJakarta juga bagian dari proses transformasi. Dari uang tunai sebagai pembayaran transaksi, kemudian mesin EDC hingga TOB yang terpasang di bus Transjakarta.

Editor : Zen Teguh