Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahar bin Smith Minta Pemeriksaan Kasus Penganiayaan Ditunda, Ini Respons Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Sempat Absen, Bahar bin Smith Dipanggil Polisi lagi 11 Februari 2026

Minggu, 08 Februari 2026 - 07:23:00 WIB
Sempat Absen, Bahar bin Smith Dipanggil Polisi lagi 11 Februari 2026
Pemuka agama Habib Bahar bin Smith (foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

TANGERANG, iNews.id - Polres Metro Tangerang Kota kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap pemuka agama Habib Bahar bin Smith untuk diperiksa terkait kasus dugaan penganiayaan. Pemeriksaan dijadwalkan Rabu (11/2/2026).

Panggilan tersebut kembali dilayangkan karena Bahar sempat absen dari pemeriksaan yang telah dijadwalkan sebelumnya pada Rabu (4/2/2026).

“Sudah kita terbitkan panggilan kedua, terjadwalkan minggu depan hari Rabu, 11 Februari 2026,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari, Minggu (8/2/2026).

Pemeriksaan pekan depan dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Polisi berharap tersangka dapat memenuhi panggilan penyidik. 

"Ya panggilan jam 10.00 WIB. Namun kan nanti tetap (bergantung) ketersediaan yang bersangkutan dengan kuasa hukumnya," ujar Raden.

Dirinya akan bertanggung jawab atas proses penyidikan agar berjalan transparan dan profesional.

“Saya selaku Kapolres Metro Tangerang Kota akan bertanggung jawab penuh terhadap proses penyidikan ini sampai dengan tuntas,” kata dia.

Dalam kasus ini, Bahar ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser Kota Tangerang. Dia dijerat tersangka bersama tiga orang lainnya yang saat ini sudah ditangkap dan ditahan.

Sebelumnya, pengacara Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta buka suara terkait duduk perkara dugaan pengeroyokan hingga penetapan tersangka kliennya itu. Dia mengatakan, korban penganiayaan bukan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) seperti yang disebut-sebut belakangan ini.

Ichwan menyebut, korban merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas) Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS).

"Kita membuka isi handphone itu ternyata dia di dalam grup PWI LS. Kita punya buktinya. Jadi memang orang ini penyusup, memprovokasi, pengeroyokan. Dia dikorbanin," kata Ichwan saat dihubungi wartawan, Rabu (4/2/2026).

Dia membantah soal narasi yang menyebut korban saat itu tengah ikut pengajian dan tiba-tiba dikeroyok ketika hendak mencium tangan Bahar.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut