Setahun Covid-19, Ini Upaya Pemkot Bogor

Haryudi ยท Jumat, 05 Maret 2021 - 11:13:00 WIB
Setahun Covid-19, Ini Upaya Pemkot Bogor
Dedie A Rachim (Foto: Antara)

BOGOR, iNews.id - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang sudah satu tahun melanda Indonesia, bahkan dunia. Mulai dari kampanye masif protokol kesehatan (prokes), Jaring Pengaman Sosial (JPS) hingga vaksinasi bagi masyarakat Kota Bogor.

Selain itu, Pemkot juga sudah melakukan upaya yang berkaitan dengan pengadaan peralatan medis dan peralatan pendukung lainnya.

"Semua sudah kita lakukan secara maksimal selama satu tahun ini. Langkah final penuntasan masalah Covid ini memang seharusnya adalah vaksinasi. Dan Alhamdulillah Indonesia saat ini sudah memiliki cadangan atau memiliki sumber - sumber vaksin yang dibeli dari berbagai perusahaan," ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Balai Kota, Kamis (4/3/2021). 

Dedie menyebutkan, dari total penduduk Kota Bogor sekitar 1,1 juta jiwa, akan ada 700-800.000 warga yang akan mendapat vaksin dan saat ini proses vaksinasi masih terus berjalan

Menurut Dedie, ada kebijakan-kebijakan yang memang ternyata sangat cocok sebagai upaya menurunkan tingkat penularan corona. Salah satunya adalah kebijakan Ganjil Genap. 

"Ganjil Genap ini diindikasikan menurut kami, bahwa memang ternyata berhasil menurunkan potensi kerumunan yang dihasilkan dari pertemuan warga dari luar Kota Bogor menuju Kota Bogor," tuturnya.

Namun diakuinya ada resiko dampak ekonomi yang terjadi. Untuk itu, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat melakukan relaksasi dengan meniadakan Ganjil Genap sementara.

Data menunjukan, secara keseluruhan, kata Dedie, baru kali ini ditemukan grafik penurunan jumlah kasus harian. Dihitung sejak puncak pandemi 19 Maret 2020 hingga 16 Februari 2021. 

"Tapi setelah 16 Februari 2021 baru terlihat ada grafik penurunan setelah diberlakukan Genap dan Ganjil," tuturnya.

Pemkot Bogor juga terus menambah fasilitas isolasi bagi para pasien Covid-19. Sejak awal pandemi melanda, Pemkot baru memiliki 8 ruangan bertekanan negatif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang merupakan ruangan penyakit emerging tertentu, bukan untuk pasien Covid-19.

"Saat ini Alhamdulillah, di RSUD saja bisa mungkin menampung lebih dari ada 250 pasien. Jadi, memang selama satu tahun itu kita terus menerus upayakan semaksimal mungkin RSUD ini bisa menampung masyarakat yang terdampak atau tertular Covid-19," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Halaman : 1 2