Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada Banjir Rob Mulai Hari Ini di 12 Wilayah Pesisir Jakarta!
Advertisement . Scroll to see content

Sidak Apotek di Jakarta Pusat, Pemkot: 30 Obat Sirop Dilarang BPOM sudah Ditarik

Kamis, 27 Oktober 2022 - 13:33:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat (Jakpus) yang dipimpin langsung Wali Kota Dhany Sukma menyidak sejumlah apotek di kawasan Johar Baru dan Cempaka Putih pada hari ini, Kamis (27/10/2022) pagi. Hasilnya Pemkot menemukan ada 30 produk obat sirop yang dilarang BPOM.

"Alhamdulillah, hari ini setelah kegiatan di Cempaka Putih, kita coba untuk mengambil sampel terkait dengan apotek yang sudah ada edaran penarikan beberapa produk sirup yang memang sudah tidak boleh beredar kembali," ujar Dhany kepada wartawan di lokasi, Kamis (27/10/2022).

Dalam sidak tersebut, pihaknya menemukan 30 produk obat sirop yang dilarang beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun 30 obat tersebut sudah dipisahkan oleh pihak apotek guna mengikuti aturan BPOM.

"Kurang lebih 30 produk. Sirop (semua), 3 atau 5 yang direkomendasikan untuk ditarik," ucapnya.

Penemuan ini, kata Dhany membuat Pemkot Jakpus terus melakukan pemantauan bersama BPOM di beberapa titik apotek di wilayah Jakpus. 

"Untuk pengawasan sebenarnya sudah secara rutin, untuk Sudinkes sudah melakukan pemantauan kerja sama dengan BPOM. Kebetulan BPOM dekat sini juga ni, jadi secara sinergi melakukan pengawasan di samping juga melibatkan aparat di tingkat wilayah, puskemas baik di kecamatan maupun kelurahan," katanya.

Dhany menambahkan pihaknya bakal rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan cermat dalam memilih obat.

"Kemudian kita juga lakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kesehatannya, tetap menjaga kesehatan karena kalau kita sehat insya Allah kita tidak butuhkan obat-obatan. Dan yang berikutnya lebih ke orientasi obat-obatan yang sifatnya herbal," tuturnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut