Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Guru Dilaporkan gegara Nasihati Murid di Tangsel Dihentikan, Tak Penuhi Unsur Pidana
Advertisement . Scroll to see content

Sungai Jaletreng Berwarna dan Diduga Tercemar, Ini Kata Pemkot Tangsel

Senin, 21 September 2020 - 08:17:00 WIB
Sungai Jaletreng Berwarna dan Diduga Tercemar, Ini Kata Pemkot Tangsel
Sungai Jaletreng di Tangsel (Foto: Sindo/Hasan Kurniawan)
Advertisement . Scroll to see content

TANGERANG SELATAN, iNews.id - Air di Sungai Jaletreng keruh dan berwarna coklat pekat. Hal itu membuat warga khawatir air sungai tersebut tercemar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menyatakan, Sungai Jaletreng Riverpark, masih memenuhi standar air baku permukaan.

Hal ini terungkap berdasarkan hasil uji lab sampel air yang dilakukan oleh DLH Tangsel dan dituangkan ke dalam bentuk kajian ilmiah. Hasilnya, sungai Jaletreng masih dalam kategori aman alias tidak tercemar limbah.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pembinaan Lingkungan, DLH Kota Tangsel Tedi Krisna mengatakan, ada tiga titik di Sungai Jaletreng yang diambil sampelnya oleh tim. 

"Pertama di hulu, di ujung. Semua parameter memenuhi baku mutu yang ada. Lalu di tengah pun sama, dan hilir pun sama. Ada tengah, hulu dan hilir," kata Tedi, di Serpong, Minggu (20/9/2020).

Pengambilan sampel air dilakukan pada Juni 2020 dan hanya sekali dalam setahun. Jadi, jauh sebelum pembuangan limbah di kawasan Taman Tekno BSD City. Hasil uji lab tentang baku mutu kualitas air permukaan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Air.

"Sungai Jaletreng dalam kategori aman, tidak tercemar, dan masih memenuhi baku mutu lingkungan. Karena semua parameter yang ada, masih di bawah baku mutu normal semuanya," kata Tedi.

Sesuai dengan hasil perhitungan, tahun 2019 ada perhitungan Sungai Jaletreng masih kategori tercemar berat, yakni berwarna merah. Pencemaran itu dengan perhitungan BOD Biochemical Oxygen Demand dan COD atau Chemical Oxygen Demand yang tinggi. Namun, mengalami perbaikan setelah ada pembinaan pihak LH kepada Taman Tekno.

"Alhamdullilah setelah melakukan pengawasan, turun drastis. Awalnya berat, lalu jadi ringan, dan normal lagi. Untuk kekeruhan, kandungan kimia dalam air, kandungan biologi dalam air, semua normal," katanya.

Sementara untuk kekeruhan nonlogam, kata dia, itu diakibatkan adanya pembuangan limbah kotoran manusia atau tinja ke dalam Sungai Jaletreng. Bahkan, masyarakat banyak yang membuang limbah tinja ke dalam sungai itu.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut