Tak Lagi Merah, Peta Corona DKI Jakarta Berubah Jadi Biru

Riezky Maulana · Minggu, 09 Agustus 2020 - 19:50:00 WIB
Tak Lagi Merah, Peta Corona DKI Jakarta Berubah Jadi Biru
Peta sebaran kasus Covid-19 yang diunggah pada laman corona.jakarta kini tak lagi berwarna merah, melainkan biru, Minggu (9/8/2020). (Foto: Pemprov DKI Jakarta).

JAKARTA, iNews.id – Ada yang berbeda dari peta sebaran Covid-19 di DKI Jakarta. Warna peta tak lagi merah atau merah muda seperti bulan-bulan sebelumnya melainkan berubah menjadi biru.

Peta tersebut merupakan gambaran kondisi kasus Covid-19 per kelurahan di DKI Jakarta yang diunggah pada laman corona.jakarta.go.id. Pada Maret hingga Juli, peta ini masih dominan warna merah terang.

Pada beberapa kelurahan yang kasus Covid-19 relatif sedikit, warna peta merah muda. Apakah perubahan warna peta menjadikan Jakarta tak lagi zona merah?

Merujuk legenda peta Covid-19, zona biru diartikan terdapat kasus Covid-19 secara sporadis. Kasus ini dapat berasal dari impor (imported case) maupun penularan lokal. Pada zona ini, daerah boleh dibebaskan dari PSBB, namun harus tetap menegakkan physical distancing dan protokol kesehatan lainnya.

Pada peta Covid-19 DKI Jakarta, jumlah pasien yang terpapar per kelurahan dalam pekan-pekan ini menyusut dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Sebagai contoh, Kelurahan Pademangan Barat yang dalam tiga bulan terakhir menjadi wilayah dengan kasus positif terbanyak dengan kasus di atas 150 orang, kini menjadi 63 pada Minggu (9/8/2020).

Berdasarkan legenda peta, warna peta menunjukkan jumlah kasus positif Covid-19. Pada rentang 168-298 kasus positif digambarkan warna biru keabu-abuan, 103-167 biru tua, 62-102 biru muda dan seterusnya semakin terang.

Mengacu pada data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, penambahan kasus positif di DKI pada Minggu (9/8/2020) hari ini masih menjadi yang terbanyak di Indonesia, yaitu 440 kasus. Kendati demikian, angka sembuh juga melonjak yakni 558 orang.

Berdasarkan peta risiko, Jakarta masih termasuk daerah dengan risiko tinggi atau zona merah (Jakarta Pusat, Timur, Barat, dan Utara) dan risiko sedang atau zona oranye yaitu Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, strategi tes, lacak dan isolasi terus digencarkan untuk menemukan sebanyak-banyaknya kasus positif sehingga dapat diisolasi, disembuhkan agar mencegah penyebaran virus.

Dia pun mengajak seluruh warga Jakarta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan di manapun dan konsisten setiap waktu. ⁣

“Mari tingkatkan disiplin, ingatkan sesama, saling menjaga, bersama kita putuskan rantai Covid-19. Jalankan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Terpenting batasi aktivitas keluar rumah hanya untuk keperluan esensial,” ucapnya.

Editor : Zen Teguh