Tarif MRT Akhirnya Disepakati, Bundaran HI-Lebak Bulus Rp14.000

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 26 Maret 2019 - 16:27 WIB
Tarif MRT Akhirnya Disepakati, Bundaran HI-Lebak Bulus Rp14.000

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi usai penetapan tarif MRT, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/3/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bersama Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi akhirnya menyetujui besaran tarif yang sebelumnya telah diusulkan pemprov kepada badan legislatif.

Dalam tabel yang disiapkan Pemprov DKI, tarif dimulai Rp3.000 untuk tap in dan tap out di stasiun yang sama. Tarif ini kemudian akan bertambah Rp1.000 untuk stasiun berikutnya dan memiliki biaya maksimal Rp14.000 untuk tujuan terjauhnya.

"Nah terjemahannya memang bisa menjadi dua versi karena itu tergantung versinya kalau dihitung per 10 km maka tarifnya adalah Rp10.000 per 10 km, kalau diterjemahkan dalam bentuk rata-rata maka Rp8.500 karena dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI itu Rp14.000," tutur Anies.

BACA JUGA:

Anies Endus Politik Pemilu di Tarif MRT Rp8.500, Begini Reaksi DPRD

Anies: Penentuan Tarif MRT Jangan karena Mau Pemilu 17 April

Soal Tarif MRT Rp8.500, Pemprov DKI Belum Sepakat dengan DPRD

"Jadi alhamdulilah kita mendiskusikan bersama ketua DPRD dan seperti yang disampaikan, MRT ini moda transportasi yang baru di Indonesia, penghitungannya berdasarkan pada jarak antarstasiun," tambahnya di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/3/2019). 

Anies menegaskan besaran tarif MRT tak akan pernah flat seperti seseorang menaiki bus Transjakarta yang selamanya hanya membayar Rp3.500. Seseorang yang menaiki MRT akan terkena tarif dengan  jumlah besaran  berbeda tergantung  tujuan stasiun pemberhentiannya.

"Sehingga saat diumumkan akan berbentuk tabel yang di situ ada daftarnya dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI berapa, dari Lebak Bulus ke Haji Nawi berapa, Lebak Bulus ke Fatmawati berapa. Jadi, dari tiap tempat itu beda-beda," tuturnya.

Besaran tarif MRT Jakarta yang disepakati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

Saat ini, Anies menjelaskan, besaran tarif dan tabel harga yang sudah disiapkan Pemrpov DKI sudah ditandatangani, baik dirinya maupun Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Nantinya besaran tarif dan tabel harga bakal menjadi kebijakan Keputusan Gubernur (Kepgub)

"Jadi alhamdulilah sudah disepakati dan inilah yang akan diumumkan kepada masyarakat pengguna MRT di Jakarta," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan paparan Sekretaris Daerah Saefullah dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) di ruang DPRD Kebon Sirih, diketahui harga keekonomian per penumpang mencapai Rp31.659 untuk perjalanan di rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Namun, pemprov mengusulkan tarif rata-rata MRT Jakarta sebesar Rp10.000. Dengan demikian, besaran subsidi yang diusulkan mencapai Rp21.659 per penumpang.

Dengan asumsi jumlah penumpang 65.000 per hari untuk tahun ini, total anggaran subsidi harga tiket MRT Jakarta yang diusulkan adalah Rp672 miliar dengan kebutuhan riil Rp572 miliar.

Pemprov DKI dalam rapat tersebut telah mengusulkan harga termurah tiket MRT Jakarta sebesar Rp 4.000 dan Rp 14.000 untuk jarak terjauh dengan tarif rata-rata Rp 10.000 tersebut.


Editor : Djibril Muhammad