Tega Perkosa Anak Tiri, Warga Tangsel Ini Dikenal Tertutup
Menurut Sofyan, saat pelaku akan dibawa ke Polsek Ciputat, beberapa warga sempat melontarkan bogem mentah. Beruntung kejadian itu tak berlangsung lama karena petugas dibantu pengurus lingkungan berhasil menghalau.
"Dua, tiga kali sempat kena. Namanya warga lagi pada emosi. Saya juga susah menghalau, tapi langsung kami kawal sampai mobil," ucapnya.
Dilanjutkan dia, kasus itu terungkap setelah korban mengadu kepada kakaknya, R. Lalu R menceritakan kembali kepada bibinya berinisial DA (23). Sofyan menduga ada ancaman yang disampaikan pelaku hingga korban menutup diri atas kejadian tersebut.
"Jadi si korban ini tidak pernah ngomong keluar, karena diancam. Baru ngomong ke kakaknya, terus disampaikan lagi ke saudaranya (bibi). Baru keluarga besarnya pada tahu, dan ramai semalam. Akhirnya terungkaplah kejadian itu," ujarnya.
Dikonfirmasi soal kejadian itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nurhaida Tampubolon menyebut pemerkosaan terhadap S telah berlangsung sejak tahun 2019 lalu. Ada ancaman yang membuatnya tak mau berterus terang sejak awal.
"Pasti ada ancaman, karena itu kan sudah lama. Dari Maret 2019. Pelaku sudah mengakui bahwa telah ada perbuatan itu (persetubuhan). Tapi karena hasil visum belum keluar maka dugaan sementara memang baru pelecehan," katanya ditemui terpisah.