Tertunduk Lesu, Ini Penampakan NL Otak Pembunuhan Bos Pelayaran
JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menangkap 12 tersangka kasus pembunuhan bos perusahaan pelayaran, Sugianto, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Otak pembunuhan ternyata NL, perempuan yang bekerja di bagian keuangan perusahaan tersebut.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, nama NL diketahui setelah polisi mendalami perkara pembunuhan kasus pembunuhan itu. Polisi mengungkap dugaan pembunuhan itu pada dua hal.
“Pertama, dugaan persaingan bisnis. Kita selidiki, ternyata tidak mengarah ke sana,” kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8/2020).
Saat tertangkap, NL tampak tertunduk lesu dengan mengenakan seragam tahanan oranye. Dia beserta para tersangka lainnya terancam hukuman mati.
Bunuh Bos Pelayaran, NL Libatkan Suami Siri hingga Mantan Murid Orang Tua
"Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati dan atau penjara seumur hidup," kata Nana.
Nana mengatakan polisi mengarahkan pada dugaan kedua yaitu persoalan internal perusahaan. Dari pendalaman itu didapatkan NL, pegawai yang bekerja sejak 2012. Begitu mendapatkan bukti-bukti permulaan yang cukup, NL diringkus.
Dari hasil pemeriksaan diketahui NL nekat menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi bosnya karena sakit hati. NL dendam karena sering dimarahi dan dilecehkan korban.
“Ada beberapa pernyataan korban (S) yang dianggap melecehkan, seperti diajak untuk bersetubuh. Ada pula pernyataan yang menyebut (NL) sebagai perempuan tidak laku,” kata Nana.
Tidak hanya itu, NL juga sakit hati karena dilaporkan ke polisi. S menuduhnya menggelapkan uang perusahaan. Sakit hati itu lantas diluapkannya untuk menyuruh orang menghabisi bosnya.
Sugianto tewas diberondong tembakan di Ruko Royal Kelapa Gading Square, 13 Agustus 2020. Dia tewas seketika.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq