Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Sebut Pria Tewas di TPU Bekasi Dibunuh Teman Lama
Advertisement . Scroll to see content

Tes Massal Covid-19 di Kota Bekasi Sudah Lebihi Target

Minggu, 14 Juni 2020 - 02:23:00 WIB
 Tes Massal Covid-19 di Kota Bekasi Sudah Lebihi Target
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan tes massal sebagai langkah mendeteksi penyebaran Covid-19. Sejauh ini, mereka mengklaim sudah menghabiskan 27 ribu alat rapid test.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan 27 ribu alat rapid test itu digunakan secara acak di lingkungan warga, perbatasan wilayah, pusat keramaian, fasilitas publik, hingga pasar tradisional.

"Tes massal pakai rapid test masih terus berjalan karena kalau berhenti, ada orang sakit (positif) kita tidak tahu," kata Rahmat, Sabtu (13/6/2020).

Rahmat memastikan rapid test yang dilakukan oleh pemkot Bekasi tidak dipungut biaya. Dia mengatakan antuasiasme warga Bekasi untuk memeriksakan kondisinya melalui tes cepat Covid-19 sangat bagus.

"Di stadion kami lakukan tes massal setiap hari, sehari rata-rata bisa 200-300 (orang). Itu semua gratis," ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan tes massal secara acak yang dilakukan pemkot Bekasi sudah melebihi target satu persen dari penduduk Kota Bekasi yakni 2,4 juta jiwa.

"Mengacu pada Korea Selatan, di sana tes massal, yaitu 0,6 dari penduduknya. Sementara alat rapid test itu kemarin kamijuga ada yang beli sendiri sebanyak 7.000," kata Rahmat.

Berdasarkan data terakhir rasio reproduksi virus yakni 0,91 atau masih di bawah angka satu persen, maka rasio penularan Covid-19 di Kota Bekasi dinilai rendah. Atas dasar inilah aktivitas perekonomian Bekasi tetap berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Yang di mal di-rapid test, yang di tempat hiburan di-rapid test, di-swab. Sampai dengan saat ini sudah habis 3.000 alat rapid test. Yang reaktif belum ditemukan adanya klaster baru. Tetapi ada klaster malah dari rumah ke rumah. Kasus baru itu dapat dikendalikan dengan melakukan pelacakan interaksi," ucapnya.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut