Tokoh Lintas Agama Jakbar Tolak Tempat Ibadah Jadi Ajang Kampanye

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 19:59 WIB
Tokoh Lintas Agama Jakbar Tolak Tempat Ibadah Jadi Ajang Kampanye

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Hariyadi bersama FKUB Jakarta Barat menyerukan pemilu damai dan sejuk, Jumat (11/1/2019). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id – Tokoh lintas agama dan warga Jakarta Barat berkomitmen untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk. Komitmen itu antara lain ditandai dengan pemasangan spanduk berisi sikap menolak tempat ibadah sebagai ajang kampanye, menyebar hoaks, SARA, dan radikalisme.

Pemasangan spanduk dilakukan pada 860 masjid, 237 gereja, 1 pura dan 85 vihara. Secara keseluruhan terdapat 1.183 tempat ibadah di Jakarta Barat yang akan dipasang spanduk.

Komitmen mewujudkan pemilu damai itu diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat beserta Polres, Dandim 0503, dan wali kota Jakarta Barat. Selain itu, kajari, ketua pengadilan, dan tokoh lintas agama.

Mereka mengajak semua warga Jakarta Barat untuk tidak menodai proses demokrasi Indonesia dengan cara-cara kampanye yang tidak tidak sehat atau memecah belah bangsa yang kerap dilakukan sekelompok oknum di berbagai kesempatan di tempat ibadah.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Hariyadi mendukung penuh komitmen bersama FKUB dan tokoh lintas agama untuk bersama-sama menjaga marwah demokrasi. Dengan penyelenggaraan pemilu, kata dia, masyarakat semestinya harus saling menghormati perbedaan dan menyambut pesta demokrasi dengan sukacita.

“Karena tempat ibadah hanya untuk beribadah dan hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan, dan dilarang keras dijadikan tempat provokatif atau menyebar isu SARA, hoaks, yang kini rentan terjadi jelang pemilu, “ kata Hengki, Jumat (11/1/2019).

Dia menuturkan, kesadaran itu diharapkan dapat mengurangi terjadinya konflik antaragama atau sesama agama demi menciptakan cooling system menuju Pemilu 2019 yang aman damai dan sejuk.

”Komitmen bersama ini dibuat untuk terus menjaga, mempertahankan, dan memperkokoh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika,” kata dia.


Editor : Zen Teguh