Trotoar Jakarta Tak Hanya Cantik tapi Ramah bagi Penyandang Disabilitas

Diaz Abraham ยท Senin, 28 Oktober 2019 - 22:17 WIB
Trotoar Jakarta Tak Hanya Cantik tapi Ramah bagi Penyandang Disabilitas

Trotoar Jakarta tampak cantik dan ramah untuk penyandang disabilitas. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id – Jakarta sebagai kota metropolitan tak lupa untuk menata ulang daerahnya menjadi lebih nyaman bagi para penduduk. Hal ini sangat terlihat dari dua tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengelola pedestrian.

Sejak 2017 hingga 2019, sebanyak 134 kilometer trotoar telah direvitalisasi. Angka tersebut akan meningkat, mengingat pada 2020 Pemprov DKI telah menargetkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun.

Revitaliasi trotoar ini tidak hanya menonjolkan sisi estetika, tapi kesetaraan bagi seluruh elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga penyandang disabilitas. Beberapa fasilitas yang menunjukkan keseriusan Pemprov ini, yakni ketersediaan bidang miring, duiding block, hingga instalasi dan akulturasi karya seni di tiap trotoar.

Salah satu trotoar yang sukses merepresentasikan wajah baru Jakarta adalah Jalan Sudirman-MH Thamrin yang direvitalisasi selama setahun sejak 2017 hingga 2018. Jalur pedestrian tersebut sudah didesain ramah bagi para penyandang disabilitas, termasuk adanya pelican crossing antar trotoar.

Pada tahun ini, sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar, antara lain di Jalan KH Wahid Hasyim dan Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat), Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati (Jakarta Selatan), kawasan Velodrome (Jakarta Timur), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pluit Selatan Raya (Jakarta Utara). 

Setidaknya, terdapat 10 titik lokasi trotoar yang telah dan sedang direvitalisasi hingga akhir 2019, yaitu trotoar di Jalan Dr Satrio, trotoar di Jalan Otto Iskandardinata, trotoar di Jalan Matraman Raya, trotoar di Jalan Pangeran Diponegoro, trotoar di Jalan Kramat Raya dan Jalan Salemba Raya, trotoar di Jalan Cikini Raya, trotoar di Jalan Latumenten, trotoar di Jalan Danau Sunter Utara, trotoar di Jalan Yos Sudarso, dan trotoar di Jalan Kemang Raya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki (pedestrian) di Jakarta dengan pembangunan dan revitalisasi jalur pedestrian. Pembangunan jalur pedestrian menjadikan pejalan kaki sebagai arus utama (mainstream), mengedepankan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga para penyandang disabilitas.

Kesetaraan tersebut tercermin dari tersedianya ramp (bidang miring), guiding block (paving kuning di trotoar), hingga pemuatan instalasi dan aktualisasi karya seni di ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap warga dengan bebas.

Revitalisasi trotoar telah dilakukan sepanjang 134 kilometer sejak 2017 hingga 2019. Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada 2020, di mana telah disiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dengan anggaran optimal hingga Rp1,1 triliun.

Salah satu hasil revitalisasi trotoar yang dijadikan percontohan adalah trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin yang direvitalisasi pada 2017-2018. Jalur pedestrian tersebut sudah didesain ramah bagi para penyandang disabilitas, termasuk adanya pelican crossing antar trotoar di sisi barat dan timur.

Revitalisasi trotoar di tahun ini diperluas ke lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta. Sebanyak 51 lokasi jalan di seluruh wilayah Jakarta yang mengalami revitalisasi trotoar dengan total anggaran sekitar Rp327 miliar, antara lain di Jalan KH Wahid Hasyim dan Sudirman-Thamrin (Jakarta Pusat), Jalan Sisingamangaraja hingga Jalan Fatmawati (Jakarta Selatan), Kawasan Velodrome (Jakarta Timur), Jalan Daan Mogot (Jakarta Barat), Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Pluit Selatan Raya (Jakarta Utara). 

Setidaknya, terdapat 10 titik lokasi trotoar yang telah dan sedang direvitalisasi hingga akhir 2019, yaitu trotoar di Jalan Dr Satrio, trotoar di Jalan Otto Iskandardinata, trotoar di Jalan Matraman Raya, trotoar di Jalan Pangeran Diponegoro, trotoar di Jalan Kramat Raya dan Jalan Salemba Raya, trotoar di Jalan Cikini Raya, trotoar di Jalan Latumenten, trotoar di Jalan Danau Sunter Utara, trotoar di Jalan Yos Sudarso, dan trotoar di Jalan Kemang Raya.

Revitalisasi trotoar ini juga dimaksudkan untuk integrasi transportasi umum di DKI Jakarta. Integrasi antara trotoar dengan moda transportasi ini juga sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 untuk mengendalikan kualitas udara Jakarta. (Adv)

Editor : Tuty Ocktaviany