Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kurir yang Bawa Ratusan Ribu Ekstasi Sempat Pakai Sabu sebelum Kecelakaan 
Advertisement . Scroll to see content

Update Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana, 7 Pasien Kembali Diizinkan Pulang

Rabu, 15 Mei 2024 - 10:15:00 WIB
Update Korban Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana, 7 Pasien Kembali Diizinkan Pulang
Tujuh pasien luka ringan korban kecelakaan maut rombongan SMK Lingga Kencana dipulangkan dari RS Bhayangkara Brimob Depok. (Foto: Refi Sandi)
Advertisement . Scroll to see content

DEPOK, iNews.id - Tujuh pasien luka ringan korban kecelakaan maut rombongan SMK Lingga Kencana di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat diperbolehkan pulang usai mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Brimob (RSBB), Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Rabu (15/5/2024). Korban yang terluka parah masih dirawat intensif.

Pantauan di lokasi, tujuh pasien didampingi keluarga dan perawat meninggalkan rumah sakit. Terlihat pula tujuh unit ambulans yang akan membawa tujuh pasien ke kediaman masing-masing. 

Terlihat pasien silih berganti menuju unit ambulans menggunakan kursi roda. Sebagian pasien dalam kondisi diperban pada bagian tangan dan wajah. Selain itu terlihat salah satu pasien yang mengenakan penyangga tangan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, AKBP dr Taufik Ismail mengatakan pasien yang diperbolehkan pulang terdapat tujuh pasien dari ortopedi dan bedah.

"Kami memulangkan 7 pasien atau korban yang sudah mengalami perbaikan. 4 pasien ortopedi dan 3 pasien bedah. Alhamdulillah menunjukkan perkembangan signifikan," kata Taufik.

Taufik menyebut masih terdapat lima pasien lagi yang menjalani perawatan dan kemungkinan akan dilakukan operasi kedua maupun ketiga nantinya.

"Saat ini kita masih merawat 5 pasien lagi. Ada pasien yang akan dilakukan operasi kedua, ketiga kondisi lukanya saat masuk kondisinya sangat terkontaminasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Depok, Agus Gojali menyebut pihaknya menurunkan tujuh unit ambulans beserta tim medis.

"Dalam proses pemulangan ini kami dari Dinas Kesehatan Kota Depok menurunkan 7 unit ambulans beserta tim medis untuk mengantarkan pasien pulang ke rumah masing-masing," ucap Agus.

Sebagai informasi, kecelakaan maut tersebut terdapat 9 pelajar, satu guru, dan satu warga lokal meninggal dunia. Sedangkan puluhan pelajar lainnya luka berat hingga ringan masih menjalani perawatan di RSUI dan RS Bhayangkara Brimob.

Terkini, sopir bus Trans Putera Fajar bernama Sadira ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakan maut tersebut dengan ancaman pidana 12 tahun bui.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut