Usai Tangkap John Kei, Direskrimum Polda Metro Jaya Minta Masyarakat Tak Malas Laporkan Aksi Premanisme

Antara ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 00:55 WIB
Usai Tangkap John Kei, Direskrimum Polda Metro Jaya Minta Masyarakat Tak Malas Laporkan Aksi Premanisme

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. (Foto: Polres Jaksel).

JAKARTA, iNews.id - Penangkapan John Kei, tersangka pembacokan di Duri Kosambi dan penembakan di Green Lake City Tangerang, Banten dilakukan melalui operasi gabungan yang dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak malas dan tidak takut untuk melaporkan aksi premanisme di sekitarnya.

Menurutnya aksi premanisme bisa menjamur dan tak terkendali jika masyarakat malas melaporkannya kepada pihak berwajib. Penyebabnya karena masyarakat tidak mau repot melaporkannya.

"Pemberantasan premanisme menjadi sulit karena masyarakat suka tidak mau repot. Misal dia diganggu, kerugian tidak seberapa, mereka memilih tidak melapor karena tak mau repot. Padahal pemberantasannya memerlukan peran serta masyarakat," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Tubagus mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam memberantas premanisme karena polisi tidak bisa menindak jika tak ada laporan dari masyarakat. Oleh sebab itu dia berharap ke depan masyarakat tak lagi malas dan takut melapor jika mengalami atau melihat aksi premanisme di sekitarnya.

"Tidak ada undang-undang premanisme, jadi harus ada tindak pidana yang dilanggar. Perlu ada masukan dari masyarakat," ucapnya.

Polisi menangkap dan menetapkan Jhon Kei beserta 29 anak buahnya sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana, perusakan, dan penganiayaan. Mereka dijerat pasal berlapis dalam KUHP yakni Pasal 88 terkait permufakatan jahat, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, Pasal 351 mengenai penganiayaan, dan Pasal 170 tentang pengeroyokan.

John Kei dan gerombolannya juga dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas kepemilikan sejumlah senjata tajam. Ancaman hukuman maksimal terhadap pelaku yakni pidana mati.

Dalam penggerebekan pada Minggu (21/6/2020) malam, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yaitu empat kendaraan roda empat yang digunakan anak buah John Kei beraksi, 28 tombak, 24 senjata tajam, dua ketapel panah, tiga anak panah, tiga stik bisbol, dan satu decoder.

Penangkapan ini buntut kasus pembacokan Yustus Corwing Rahakbau di pertigaan ABC Duri Kosambi, Tangerang, Banten, Minggu (21/6/2020) siang. Yustus ambruk bersimbah darah setelah dibacok berkali-kali oleh anak buah John Kei. Tidak hanya itu tubuhnya juga dilindas mobil.

Pada siang itu, gerombolan John Kei juga menyatroni rumah Nus Kei di Klaster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Mereka hendak membunuh Nus Kei yang tak lain paman John Kei.

Karena Nus Kei tidak ada di rumah, pelaku menghancurkan mobil dan kaca rumah. Mereka juga sempat mengumbar tujuh tembakan ketika menabrak pintu gerbang perumahan.

Editor : Rizal Bomantama