Viral Flyover Ciledug-Pierre Tendean Retak, Ini Kata Dinas Bina Marga
JAKARTA,iNews.id – Belakangan banyak warganet ramai memperbincangkan kondisi jalan layang Ciledug-Kapten Pierre Tendean tampak mengalami keretakan bagian tengah. Netizen mempersoalkan kemanaan pada jalur Transjakarta koridor 13 sepanjang 9,4 kilometer itu.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI, Yusmada Faizal mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keretakan tersebut. Sebab, konstruksi flyover sengaja didesain seperti itu. keretakan diakibatkan box girder atau struktur beton yang tidak dapat disatukan, tetapi sebenarnya menempel dan dapat disatukan dengan adanya proses latasi.
“Tidak retak itu, memang didesain retak. Dua struktur box girder itu harus dipisahkan. Di bagian atas permukaan jalan dibuat sambungan yang istilah tekniknya dilatasi,” kata Yusmada, Sabtu (10/2/2018).
Dia memastikan, kondisi retak itu tidak membahayakan pengguna jalan, baik Transjakarta maupun pengendara di jalur bawah jalan layang. Yusmada mengatakan, agar masyarakat tidak khawatir, pihaknya akan mencari solusi untuk menutupi celah tersebut. “Segera kami cari cara untuk merapikan celah tersebut, supaya tak begitu jadi perhatian yang bikin warga risau,” ujar dia.
Jalan layang Kapten Piere Tendean hingga Ciledug memiliki total panjang 9,4 kilometer. Proyek ini baru diresmikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 13 Agustus 2017. Lebar jalan 9 meter dan memiliki tinggi sekitar 12-20 meter.
Anggaran pembangunan jalan layang sendiri diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun. Rinciannya, Rp200 miliar untuk membiayai konsultan perencanaan, desain awal, dan konsultan manajemen. Sementara untuk pembangunan fisik mencapai Rp2,3 triliun. Biaya pembangunan menggunakan sistem multi years atau tahun jamak.
Editor: Khoiril Tri Hatnanto