Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Timothy Ronald, Pendiri Akademi Crypto yang Dipolisikan
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Penipuan Jual Beli Mobil Modus Transfer ke Saudara, Keluarga TNI Jadi Korban

Senin, 19 Juni 2023 - 15:29:00 WIB
Waspada Penipuan Jual Beli Mobil Modus Transfer ke Saudara, Keluarga TNI Jadi Korban
Aksi penipuan modus transfer saudara terjadi di Tangsel (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

TANGSEL, iNews.id - Aksi penipuan dalam jual-beli mobil kembali memakan korban. Kali ini salah satu keluarga anggota TNI di Tangerang Selatan (Tangsel). 

Modus yang digunakan pelaku cukup terstruktur sehingga membuat korban tertipu.

Korban yang bernama Januar Supriatna (36) menjelaskan bagaimana dirinya tertipu saat membeli sebuah mobil yang diiklankan di salah satu akun media sosial.

"Pada saat itu, saya melihat iklan tersebut di marketplace di Facebook, kemudian saya mencoba menghubungi penjual. Iklan tersebut menawarkan mobil Honda Freed tahun 2012 dengan harga yang sesuai, dan saya mulai mengobrol dengan orang tersebut," ungkap Januar di Serpong, pada hari Senin (19/06/23).

Dari percakapan tersebut, korban dan penjual yang merupakan seorang perempuan dengan inisial S, setuju untuk bertemu dan memeriksa mobil secara langsung. Korban kemudian pergi ke rumah S di Perumahan Regensi Melati Mas, Serpong Utara.

"Saya pergi bersama seorang teman naik sepeda motor untuk memeriksa mobil tersebut. Saat saya tiba di sana, S sedang berada di luar. Jadi saya hanya bertemu dengan orang tuanya. Saya diberi izin untuk memeriksa mobil," jelasnya.

Menurut Januar, mobil yang dijual dalam kondisi lengkap dan baik. Hal ini membuatnya semakin tertarik untuk membeli. Tak lama kemudian, S tiba dan mereka sepakat untuk menjual mobil dengan harga Rp100 juta, namun S meminta agar uang ditransfer ke rekening saudaranya.

"Setelah kami sepakat mengenai harga, dia meminta agar uang ditransfer ke rekening saudaranya yang bernama Abdul. Awalnya, saya ragu dan bertanya mengapa tidak menggunakan rekening S saja? Namun, dia menjawab bahwa itu tidak masalah dan uangnya tetap akan saya terima," jelasnya.

Korban beberapa kali memastikan nomor rekening tujuan transfer dengan penjual, tetapi S tetap meyakinkannya bahwa uang harus ditransfer ke rekening saudaranya yang bernama Abdul. Kemudian, korban diberikan nomor telepon Abdul untuk meminta langsung nomor rekening tujuan.

"Akhirnya, saya menghubungi Abdul, dan dia memberikan nomor rekening BCA atas nama orang lain. Alasannya, dia tidak memiliki rekening BCA sendiri. Sebelum saya mentransfer Rp100 juta, saya memastikan sekali lagi kepada S apakah uang ini harus saya kirim ke sini? Dia menjawab iya," tambahnya.

Setelah uang ditransfer, S meminta korban untuk menunggu beberapa menit. Namun kemudian, S mengatakan bahwa nomor Abdul sudah tidak aktif saat dihubungi. Korban yang merasa ada yang aneh, kembali bertanya tentang hubungan antara S dan Abdul.

"S sang penjual mengatakan bahwa nomor Abdul sudah tidak aktif dan mengakui bahwa kita menjadi korban penipuan. Saya merasa bingung, karena sebelumnya dia bilang Abdul itu saudaranya dan uang harus ditransfer ke sana. Tetapi setelah uang dikirim, dia mengatakan hal lain," ungkapnya.

Penjual mobil tersebut, S, justru tidak mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Korban melaporkan kasus ini ke Mapolres Tangsel dengan nomor: TBL/B/807/IV/2023/SPKT/Polres Tangsel/Polda Metro Jaya.

"Saya curiga bahwa ini merupakan modus kerjasama. Setelah kejadian itu, saya mencari tahu dan ternyata mobil tersebut baru muncul selama 2 minggu di rumah penjual, dan pemilik kendaraan di STNK tidak sesuai dengan keterangan penjual yang mengatakan itu adalah kakaknya. Ketika saya mencari pemilik awal mobil tersebut, ternyata dia tidak mengenalnya," ujarnya.

Januar merasa kecewa karena kasus tersebut tidak segera ditangani oleh penyidik. Dia membuat surat terbuka untuk Kapolri dan Presiden yang kemudian diunggah ke media sosial. Belakangan, dia mendapatkan informasi bahwa kasus penipuan serupa sudah beberapa kali terjadi di wilayah Tangsel.

"Ternyata kasus seperti ini sudah sering terjadi di Tangsel," tuturnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut