10 Contoh Kepemimpinan yang Baik dan Tidak Baik, Calon Leader Wajib Tahu
JAKARTA, iNews.id - Contoh kepemimpinan yang baik dan tidak baik akan diulas berikut ini. Seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam suatu organisasi, perusahaan, maupun kelompok masyarakat.
Agar mampu menggerakan anggotanya dan mencapai tujuan organisasi, pemimpin yang baik haruslah memiliki sikap-sikap kepemimpinan. Artinya, ia dituntut dapat memberikan pengaruh kepada pengikut atau anggotanya.
Bagi kamu yang baru menjadi seorang pemimpin tentu ini menjadi salah satu tantangan. Bukan tanpa sebab, untuk mendapatkan sifat kepemimpinan bukanlah suatu hal yang mudah dan didapatkan hanya dalam waktu semalam.
Nah, berikut ini iNews.id akan tampilkan sejumlah informasi mengenai contoh kepemimpinan yang baik dan tidak baik yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (21/2/2024).
Karakter dan Gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo Dibongkar Psikolog, Apakah Itu?
Seorang pemimpin haruslah memiliki visi dan misi yang jelas. Sebab, dengan adanya dua hal itu ia akan selalu dituntut dapat menyelesaikan suatu permasalahan di organisasinya.
Dengan adanya suatu permasalahan. pemimpin akan diuji apakah ia memiliki visi dan misi yang jelas atau tidak. Mulai sekarang, tentukan visi dan misi dalam memimpin, agar anggota dan organisasi dapat berjalan seirama.
Joe Biden Puji Kepemimpinan Indonesia di ASEAN, Undang Presiden Jokowi ke Gedung Putih
Komunikasi merupakan komponen penting dalam suatu hubungan, termasuk organisasi. Sebagai pemimpin, ia diharapkan memiliki kemampuan atau skill komunikasi dua arah yang baik, antara dirinya dengan anggota atau pemimpin di atasnya.
Tak hanya dua hal di atas, seorang pemimpin haruslah dapat mempengaruhi dan menginspirasi anggotanya. Dengan tujuan, rasa semangat dan juang para anggotanya tidak surut meski banyak hambatan menghalangi jalan organisasi.
5 Tahun Kepemimpinan Ridwan Kamil, Kota di Jabar Disolek hingga Kampung Ditata
Pemimpin harus memiliki rasa percaya diri saat sendiri. Ia juga diharuskan dapat mengambil keputusan sulit. Karena untuk menyelesaikan suatu perkara rumit, dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengarahkan ke hal-hal penting.
Tak hanya mengatur anggota, pemimpin juga harus memiliki kemampuan manajemen diri. Maksudnya, ia diharuskan untuk memahami dirinya, baik secara fisik dan psikis. Serta juga mengerti akan kelebihan dan kelemahannya.
Ketum PBNU: Kepemimpinan Presiden Jokowi Menginspirasi Nahdlatul Ulama
Pemimpin tidak boleh memiliki sifat anti saran dan kritik. Jika seorang pemimpin memiliki sifat ini, ia cenderung merasa terancam. Ia menganggap jika masukan itu merupakan suatu ancaman di masa depan.
Empati merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Ia harus mampu memahami dan merasakan perasaan orang lain. Dengan hal itu, tentunya ia dapat mengambil keputusan bijak dalam suatu organisasi yang dipimpinnya.