10 Tradisi Ekstrem di Indonesia, Nomor Berapa yang Menurutmu Paling Ngeri?
Tradisi yang satu ini memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Banten. Yap, debus memang sering menjadi ajang pertunjukan bagi masyarakat Banten.
Dalam pertunjukkan debus, setiap anggotanya akan melakukan beberapa adegan ekstrim. Misalnya menusuk perut dengan tombak, menyayat bagian anggota tubuh dengan golok, memakan api, memasukkan jarum kawat ke dalam lidah, kulit pipi dan anggota tubuh lainnya hingga tembus tanpa mengeluarkan tetes darah.
Tradisi Tatung berasal dari Singkawang, Kalimantan barat. Istilah tatung sendiri disematkan untuk orang yang tubuhnya dijadikan media untuk dimasuki roh leluhur yang mereka percayai.
Tradisi ini hampir serupa dengan debus, dimana para Tatung akan melakukan adegan-adegan berbahaya seperti menusuk tubuh mereka dengan benda tajam.
Pawai Tatung biasanya dilakukan untuk merayakan Cap Go Meh di Singkawang.
Suku Dayak juga memiliki tradisi yang tak kalah mengerikan, yakni Ngayau atau Kayau yang dalam bahasa Dayak artinya musuh. Oleh karena itu, Ngayau dapat diartikan sebagai tradisi berburu kepala musuh oleh Suku Dayak di Kalimantan.
Menurut kepercayaan mereka , memenggal kepala musuh bisa menghindarkan diri dari gangguan roh musuh. Pemburu-pemburu kepala yang berhasil ini kemudian berhak memakai gigi macan kumbang di telinganya, hiasan kepala dari bulu burung enggang, dan sebuah tato dengan desain khusus.