1.030 Dapur MBG Ditutup karena Bermasalah, Prabowo: Waka BGN Galak, Kerjanya Sidak Terus
JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan 1.030 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberhentikan sementara atau di-suspend. Penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar dengan pengawasan langsung di lapangan.
“Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala (BGN) satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya. Yang sudah di-suspend, 1.030,” ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, dikutip Jumat (20/3/2026).
Dia mengatakan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG mulai diterapkan. Setiap dapur diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar. Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung disuspend hingga dilakukan perbaikan.
“Kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau gak beres ditutup,” tutur dia.
Prabowo Ungkap 1.000 Lebih Dapur MBG Di-suspend karena Bermasalah, Perketat Standar
Menurut dia, langkah ini diambil pemerintah untuk memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi, sehingga program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Prabowo menegaskan, kebijakan menghentikan sementara ini bukan berarti menghentikan program, melainkan bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Dia menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.
Purbaya Siapkan Skenario Pangkas Anggaran hingga Efisiensi MBG untuk Jaga Defisit APBN