17 Pegiat Sosial Dianugerahi Satyalencana Kebaktian Sosial

Riezky Maulana · Jumat, 20 Desember 2019 - 19:38 WIB
17 Pegiat Sosial Dianugerahi Satyalencana Kebaktian Sosial

Wapres Ma'ruf Amin menyempatkan tanda kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada guru kembar Sri Rossyati dan Sri Irianingsih pada acara puncak HKSN 2019, Jumat (20/12/2019). (Foto: iNews.id).

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyerahkan tanda kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada 17 pegiat sosial pada puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2019 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (20/12/2019). Wapres menyampaikan selamat dan apresiasi atas kontribusi mereka kepada bangsa.

Satyalancana Kebaktian Sosial merupakan tanda kehormatan tertinggi yang diberikan pemerintah sebagai penghargaan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang telah berjasa dalam bidang perikemanusiaan pada umumnya.

"Selamat kepada para penerima anugerah, baik unsur masyarakat umum maupun kepala daerah atas kepeduliannya yang tinggi terhadap masalah kesejahteraan sosial," kata Wapres seusai menyerahkan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden Joko Widodo kepada para pegiat sosial.

Para kepala daerah yang menerika Satyalencana Kebaktian Sosial yakni Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Wali Kota Payakumbuh Riza Pahlevi, dan Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga. Selain itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, dan Dewan Pembina Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) Medan R Bambang Jonan.

Pegiat sosial lain yang menerima yaitu Sri Rossyati dan Sri Irianingsih dari Yayasan Sanggar Kartini Ibu Guru Kembar DKI Jakarta. Sri Rossyati dan Sri Irianingsih merupakan guru kembar yang mendirikan sekolah gratis bagi warga miskin.

Penerima lainnya yaitu tokoh masyarakat Tanjung Pinang Rudi Chua, Pendiri Yayasan Pondok Kasih Surabaya Michael Leksodimulyo, Pendiri Klinik Harapan Sehat Kabupaten Cianjur dr Yusuf Nugraha, dan Pendiri Yayasan Dokter Peduli DKI Jakarta dr Lie Augustinus Dharmawan.

Ada pula dokter dan pekerja sosial di Semarang DR dr Budi Laksono, pendiri panti rehabilitasi penyandang disabilitas mental Yayasan Al-Fajar Berseri Kabupaten Bekasi Marsan Susanto, dan penyandang difabel yang sukses menjadi perajin keset dari Kebumen, Jawa Tengah, Irma Suryati.

Wapres mengatakan, HKSN diperingati setiap tahun untuk membangkitkan ingatan kolektif seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai kesetiakawanan sosial sebagai modal sosial dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Editor : Zen Teguh