2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Ditjen Pesantren Lahir sebagai Penguatan Pendidikan Santri
Ia mencontohkan sejumlah madrasah unggulan yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia. Bahkan, sejumlah lulusannya memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri.
Menurut Nasaruddin, capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berbasis agama dapat berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembinaan karakter, kedisiplinan, serta budaya belajar yang kuat menjadi bagian dari faktor pendukung keberhasilan para santri dan siswa madrasah.
“Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning itu sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan, dari pondok pesantren lahir anak-anak yang ahli dalam bidang robotik dan banyak santri yang ke luar negeri dengan beasiswa,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan pesantren perlu terus dilakukan dengan memperhatikan kualitas pengelolaan, kepemimpinan, dan sistem pendidikan. Dengan demikian, pesantren tidak hanya mempertahankan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan modern.
Selain memperkuat kelembagaan, Kementerian Agama juga mendorong perbaikan tata kelola pesantren. Nasaruddin mengatakan, pembenahan tidak hanya menyasar tata tertib santri, tetapi juga mencakup sistem pengelolaan lembaga dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan.