Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update Harga Pangan 5 Maret 2026: Cabai Rawit-Telur Ayam Naik, Minyak Goreng Turun
Advertisement . Scroll to see content

200.000 Ton Beras Tiba di Tanah Air, Mendag Zulkifli Hasan: Untuk Stabilkan Harga

Jumat, 16 Desember 2022 - 22:17:00 WIB
200.000 Ton Beras Tiba di Tanah Air, Mendag Zulkifli Hasan: Untuk Stabilkan Harga
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memantau kedatangan 200.000 ton beras dari luar negeri yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/12/2022). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan 200.000 ton beras dari luar negeri telah tiba di Tanah Air, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jumlah itu baru sebagian dari rencana kedatangan 500.000 ton beras impor.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan langkah impor beras dilakukan untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar. Dia menjelaskan impor beras untuk menambah cadangan beras Bulog yang berkurang banyak

"Sebagian dari impor, 200.000 ton sudah datang. Jadi biar tidak simpang siur. Yang mau impor itu tidak ada. Presiden, Bulog, saya, dan Badan Pangan Nasional tidak ada yang ingin impor. Jika produksi kita cukup buat apa kita impor, jika berasnya ada," kata Mendag Zulhas saat melakukan Sidak ke Tanjung Priok, Jumat (16/12/2022).

Dia menyebutkan data dari Kementan memang menunjukkan surplus beras. Tapi karena harga beras terus meningkat secara signifikan hingga mencapai Rp1.000 per liternya, akhirnya Bulog memutuskan untuk melakukan operasi pasar dengan harga Rp8.300. Sehingga masyarakat bisa memilih ada beras yang merek, premium, dan beras dari Bulog yang dijamin. 

"Terus digelontorkan, karena itu stoknya Bulog berkurang banyak. Karena itu mesti cari. Kalau kurang kan confidence pasar terganggu. Akhirnya kita ratas, beli di pasar harga berapa saja, Bulog bahkan bisa beli di atas Rp5.000, bahkan mencapai Rp6.000. Beras itu terakhir di Rp10.200, dicari tapi tidak dapat," ucapnya.

Zulhas mengatakan jika stok Bulog menipis akan menimbulkan isu di pasar serta menyebabkan harga tidak terkendali. 

"Kita tidak mau, karena beras ini kan makanan pokok di Indonesia. Kita sudah tiga kali dalam enam hari mencoba mencari tapi tidak dapat. Jadi kita putuskan impor, untuk menambah cadangan Bulog sebanyak 500.000 ton. Ini yang baru datang 200.000 ton," katanya.

Mendag Zulhas menyatakan proses pemulihan cadangan Bulog akan selesai pada bulan Januari 2023. Sehingga saat musim panen bulan Maret 2023, cadangan beras akan dibeli Bulog dari hasil panen petani. 

"Harga, apalagi saat Nataru kita jamin, tidak akan ada perubahan. Orang bisa memilih beras mana yang diinginkan. Sama seperti minyak goreng, ada minyak Kita yang harganya Rp14.000 tapi ada juga minyak goreng premium yang harganya macam-macam tapi dijamin pemerintah. Sama di beras juga, yang premium ada, yang dijamin pemerintah ya beras dari Bulog dengan harga sekian. Tempatnya sudah ada, belinya di mana," kata Mendag Zulhas lebih lanjut.

Dia juga menegaskan harga bahan pokok akan stabil selama periode Nataru 2022.

"Memang saat ini ada beberapa produk yang harganya tutun. Saya baru saja berkoordinasi terkait Nataru, dengan Menko, dan Kapolri, ada beberapa yang naik, ada beberapa yang turun. Secara keseluruhan stabil harganya. Yang naik, itu misalnya cabai rawit, telur karena banyak yang bikin kue jadi harganya naik sedikit. Ayam stabil, daging stabil harganya. Rata-rata beras kalau di daerah sudah di-packing dengan harga Rp9.450-an di pengecer dari Bulog. Bulog lepas Rp8.300 dilepas oleh pengecer di Rp9.450," tuturnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut