25 Contoh Kalimat Pasif Beserta Ciri-Ciri dan Jenisnya
Ciri-ciri Kalimat Pasif
Sebelum belajar contoh kalimat pasif, ketahui terlebih dahulu ciri-ciri yang membedakannya dari kalimat lainnya. Adapun ciri-ciri kalimat pasif adalah sebagai berikut, dikutip dari buku "Bahasa dan Sastra Indonesia" untuk SMA Kelas 1 terbitan Grasindo.
-Subjek (S) memiliki peran sintaksis sasaran aktivitas predikat
-Jika kalimat tersebut berpelengkap (Pel.), pelengkap berperan sebagai pelaku, dan
-Predikat (P) diduduki oleh kata kerja pasif, yang bercirikan: berawalan di-, berawalan ter-, berkonfiks ke-an, dan bentuk persona verbal
-Memiliki kata ganti yang dapat menunjukkan suatu kepunyaan
Jenis-Jenis Kalimat Pasif
Terdapat tiga jenis kalimat pasif, yaitu kalimat pasif berawalan di-, kalimat pasif dengan unsur pelaku pronominal, dan berimbuhan ter- dengan penjelasan sebagai berikut.
Kalimat pasif jenis ini merupakan kalimat aktif transitif yang dijadikan sebagai kalimat pasif dengan mengubah unsur objek menjadi subjek. Hal ini mengakibatkan perubahan bentuk verba predikat yang berprefiks me- (n) menjadi di-.
Contoh kalimat pasif berawalan di-: Kebijaksanaan (S) itu disambut (P) oleh masyarakat (KET)
Kalimat pasif yang menggunakan afiks di- biasanya dapat dikembalikan ke bentuk kalimat aktif transitifnya, sedangkan bentuk kalimat pasif yang lainnya belum tentu.
Pada kalimat pasif tipe ini, predikat kalimat menggunakan verba aktif dengan meninggalkan awalan men- dan menggunakan pronomina persona pertama, kedua, dan ketiga (saya, kita, kami, kamu, dia, dan mereka) sebagai pengganti di-.
Contoh kalimat pasif dengan unsur pelaku pronominal : Buku itu telah (S) ia (P) berikan kepada temannya (KET)
Kalimat pasif tipe III ditandai oleh predikat verba pasif yang berprefiks ter-. Dalam kalimat pasif ini subjek dikenai perbuatan yang dinyatakan predikat, sedangkan maknanya adalah “tidak sengaja”.
Contoh kalimat pasif dengan verba pasif berimbuhan ter-: Kaki saya (S) terinjak (P) orang (O), Mereka (S) kena tipu (P) orang (KET)