26 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Jambi-Sumsel, BNPB Minta Warga Pakai Masker
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 26 titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di Jambi dan Sumatera Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satgas darat dan udara untuk mempercepat pemadaman, sementara masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan 13 hotspot terpantau di wilayah Jambi per 31 Agustus 2026. Kondisi kualitas udara di daerah tersebut secara umum membaik dengan jarak pandang sekitar 2,8 kilometer.
"Provinsi Jambi di mana kami memonitor per kemarin tanggal 31 Agustus sebanyak 13 titik api, kualitas udara umumnya membaik, jarak pandang sekitar 2,8 km. Proses belajar mengajar juga normal dengan menggunakan masker, dan masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa," ucap Berton dalam konferensi persnya, Selasa (1/9/2026).
Satgas darat telah melakukan pemadaman di 37 lokasi yang tersebar pada delapan kabupaten. Luas lahan yang berhasil ditangani mencapai lebih dari 13 hektare.
"Operasi pemadaman melalui Satgas Darat diawali dengan ground check di mana satgas ini melakukan pemantauan, dilihat apakah ada titik-titik api dan titik-titik hotspot yang baru, dan tentu ini dilakukan untuk penanganan kebakaran di 37 lokasi di delapan kabupaten," ucapnya.
Untuk penanganan dari udara, satu helikopter digunakan dalam patroli. Sementara operasi water bombing melibatkan dua helikopter dalam tiga sorti dengan total 264.000 liter air yang dijatuhkan ke lokasi karhutla.
"Water bombing dilakukan dua unit helikopter, tiga sorti, dan air yang ditumpahkan sebesar 264.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini kurang lebih 10 hektare," ucap dia.
BNPB juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jambi untuk memicu hujan buatan. Operasi menggunakan satu pesawat dalam dua sorti dengan menebarkan 2.000 kilogram garam.
"OMC dilakukan satu unit pesawat dan dua sorti dilakukan, serta garam yang ditebarkan 2.000 kg," sambungnya.
Sementara itu, BNPB mendeteksi 13 titik api di Sumatera Selatan. Jarak pandang di wilayah tersebut berada di bawah 2 kilometer dengan kualitas udara secara umum dalam kategori sedang.
"Proses belajar-mengajar anak sekolah masih berjalan seperti biasa dan dianjurkan untuk menggunakan masker. Kehidupan sosial masyarakat berjalan normal, dan ketika melakukan aktivitas di luar rumah, di luar gedung, tentu kami menganjurkan untuk menggunakan masker," sambungnya.
Satgas darat melakukan pemadaman di lima wilayah, yakni Muara Enim, Prabumulih, Ogan Ilir, Palembang, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Operasi tersebut berhasil memadamkan lahan seluas 9,25 hektare.
Satgas udara juga mengoperasikan dua helikopter untuk memantau titik panas dan pergerakan asap. Selain itu, water bombing dilakukan menggunakan empat unit helikopter dalam tujuh sorti dengan total 792.000 liter air.
"Satgas Udara juga bekerja dengan dua heli untuk memonitor titik-titik panas dan juga melihat sebaran asap ke arahnya mana, dan water bombing dilakukan dengan empat unit, sebanyak tujuh sorti dilakukan, dan air yang ditumpahkan melalui atau disebarkan melalui water bombing ini sebanyak 792.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini lebih dari 8 hektare," tutup dia.
Editor: Puti Aini Yasmin