263 Napi Berisiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Kiriman dari Sumut hingga Jakarta
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 263 warga binaan berisiko tinggi (high-risk) dari enam provinsi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Hal itu sebagai bagian dari upaya tegas pemerintah memberantas peredaran narkoba dan menjaga keamanan di dalam lapas.
Langkah ini menambah total warga binaan kategori high-risk yang telah dipindahkan ke Nusakambangan menjadi 2.554 orang.
Menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan rehabilitatif. Pemerintah memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, terutama yang berkaitan dengan narkoba dan penggunaan ponsel di dalam lapas.
“Kami tegaskan kembali tidak boleh ada ruang atau celah sedikit pun untuk narkoba. Kami cegah dan tangkal, apabila ditemukan pasti kami berantas,” kata Mashudi, Jakarta dikutip Jumat (24/4/2026)
Bak Film Hollywood, Napi Kabur dari Lapas Nusakambangan hingga Bajak Perahu Warga
“Berulang kali Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andrianto, menyerukan Zero Narkoba dan HP, siapa pun yang terbukti terlibat sanksi hukuman berat pasti akan diberlakukan,” tutur dia.
Lebih lanjut, Mashudi mengungkapkan pemindahan warga binaan high risk ke Nusakambangan juga karena penyebab perilaku melanggar lainnya.
Seberangi Laut, Napi Lapas Nusakambangan Nekat Kabur dan Bajak Kapal Nelayan
“Intinya semua perilaku yang mengganggu keamanan dan ketertiban dalam kategori high risk, salah satu tindakan tegas yang dilakukan adalah dipindahkan ke Nusakambangan,” sambungnya.
Dari total warga binaan high risk yang dipindahkan, 44 orang berasal dari Sumatera Utara, 103 dari Riau, 42 orang dari Jambi, 11 orang dari Sumatera Selatan, 18 orang dari Lampung dan 45 orang dari DKI Jakarta.
Mashudi menyebutkan pemindahan tersebut diharapkan bisa mengubah perilaku warga binaan menjadi lebih baik.
“Setelah 6 bulan mereka akan diassesment, dan apabila terjadi perubahan perilaku yang lebih baik akan dipindahkan ke lapas dengan tingkat pembinaan dan pengamanan yang lebih rendah,” ucap Mashudi
Editor: Puti Aini Yasmin