3 Contoh Cerpen Singkat Beserta Unsur Intrinsiknya
Kebetulan sekali, ternyata Pak Aan berada di rumah dan aku diminta untuk masuk ke dalam ruang tamu. Lalu aku pun duduk sembari sedikit mengagumi keindahan rumahnya. Setelah bertemu dengan Pak Aan, aku mengatakan maksud serta tujuanku sambil menyerahkan dompet cokelat yang aku temukan di jalan lengkap dengan semua isinya.
Karena penasaran denganku, beliau bertanya “Kamu tinggal di mana, dik? Dan kerja di mana?,”
“Saya tinggal di desa Maju Sari, Pak. Kebetulan, untuk sekarang saya juga masih menganggur. Masih menunggu beberapa panggilan kerja, tetapi sudah beberapa bulan belum ada kabar, pak,” jawabku dengan jujur.
“Memangnya kamu lulusan apa?,” Tanya Pak Aan.
“S1 jurusan Manajemen Bisnis, pak,” jawabku.
“Kalau begitu, besok kamu datang saja ke perusahaan saya, dik. Kebetulan perusahaan sedang memerlukan staff administrasi. Ini kartu nama saya, bila adik tertarik, besok tinggal datang saja ke kantor dan bilang kalo saya yang menyuruh,” kata Pak Aan.
“Wah ini beneran, pak?,” Tanyaku yang seakan masih kurang percaya.
“Iya, dik. Saya sangat memerlukan karyawan yang jujur dan penuh dedikasi seperti kamu, jika kamu memang bukan orang yang baik, pasti uang saya yang ada di dalam dompet ini sudah kamu ambil dan tinggal buang dompetnya. Akan tetapi, kamu lebih memilih untuk mengembalikannya,” ucap Pak Aan.