Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KAI Pasang 84.525 Meter Rel Baru Jelang Angkutan Nataru Demi Tingkatkan Keselamatan
Advertisement . Scroll to see content

3 Khotbah Malam Tahun Baru 2025 Penuh Semangat, Renungan dan Harapan

Kamis, 29 Desember 2022 - 17:45:00 WIB
3 Khotbah Malam Tahun Baru 2025 Penuh Semangat, Renungan dan Harapan
Khotbah malam tahun baru 2023 (Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Khotbah malam tahun baru 2025 biasa dibaca untuk merenungi perjalanan yang telah dilewati selama satu tahun lalu. Berikut contoh khotbah untuk umat kristiani.

Khotbah Malam Tahun Baru 2025

  • 1. Khotbah Malam Tahun Baru oleh Pdt DR Ir Niko Njotorahardjo

Kita baru saja memasuki tahun baru 2022, serta meninggalkan 2021, Tahun Integritas (The Year of Integrity), Tuhan menekankan agar kita hidup berintegritas, artinya semakin menyerupai teladan Yesus Kristus.

Bagaimana keadaan tahun 2022, akankah lebih baik ataukah sebaliknya ? Kita harus berpegang pada firman sesuai Ratapan 3 : 22 & 23, "Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu !" Percayalah, kasih setia Tuhan selalu baru setiap hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Ratapan 3 : 24 berkata, "'Tuhan adalah bagianku,' kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya." Karena kita selalu berharap kepada-Nya, maka kita dapat berkata, tahun 2022 akan lebih baik dibanding 2021.

Apa yang Terjadi Kalau Kita Berharap Kepada-Nya ?

• Sesuai Yesaya 40 : 30 - 31, orang yang berharap pada Tuhan akan mendapat kekuatan baru, melebihi kekuatan orang-orang muda. Mereka umpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, berjalan dan tidak menjadi lelah.

• Sesuai Mazmur 37 : 23 - 24, "Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan  menopang tangannya." Orang yang hidup berkenan pada Tuhan adalah orang yang berharap kepada-Nya. Bagi orang seperti itu, Ia akan menetapkan langkah-langkahnya; dan apabila terjatuh, tidak sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya. Sebagai orang yang berkenan pada Tuhan, bisa saja kita jatuh dalam berbagai macam kegagalan ataupun permasalahan, namun tak sampai tergeletak sebab Ia menopang tangan kita.

• Sesuai Yeremia 17 : 7 - 8, "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah."

• Sesuai Mazmur 32 : 8 dan 33 : 18, mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang takut akan Dia serta berharap pada kasih setia-Nya. Tuhan mengajar, menasihati dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Tuntunan Tuhan ini hanya akan kita mengerti kalau mata kita tertuju pada-Nya.

2022 akan lebih baik daripada 2021 sebab hati kita melekat pada Tuhan serta hidup intim dengan Dia. Mazmur 91 : 14 - 16 berkata, "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku." Jadi, kalau hati kita melekat pada Allah dan hidup intim dengan-Nya, maka : 

1. Tuhan meluputkan dan membentengi kita dari sakit-penyakit, panah api si jahat, jerat penangkap burung, kedahsyatan malam (terror of the night) atau penculikan, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, terorisme, & peperangan.

2. Tuhan akan menjawab ketika kita berseru pada masa kesesakan. 

3. Tuhan akan memuliakan kita.

4. Tuhan akan menganugerahkan panjang umur dengan berkat melimpah.

5. Tuhan akan memberikan keselamatan.

Tuhan menuntun kita memasuki tahun baru ini dengan memberi tema tahun 2022 adalah Tahun Paradigma yang Baru (The Year of A New Paradigm). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 'paradigma' merupakan 'model' dan 'kerangka berpikir'. Sedangkan, Westminster Dictionary of Theological Terms menjelaskan, paradigma adalah contoh, pola, model. Istilah ini sering dipakai guna menunjukkan cara berpikir dalam teologi ketika bahan-bahan dikumpulkan serta diatur ke suatu pola ataupun cara tertentu seperti dalam doktrin.

Tuhan memberi ayat emas untuk tema ini, yaitu Yesaya 43 : 18 - 21 dan Filipi 3 : 13 - 14. Dalam Yesaya 43, Tuhan berkata bahwa dulu orang Israel dibebaskan dari kejaran Firaun serta pasukannya yang mati di tengah-tengah Laut Merah. Kemudian, orang Israel dibebaskan dari Babel dengan cara berbeda. Tuhan berkata, "Jangan ingat hal-hal yang dulu. Sekarang Aku hendak membuat sesuatu yang baru." Dulu Allah menyelamatkan Israel lewat laut, kini Allah menyelamatkan Israel dengan cara yang baru.

Allah menyelamatkan mereka melalui jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara. Inilah paradigma yang baru. Bagian Tuhan ialah memberikan paradigma atau sesuatu yang baru, yaitu membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara yang waktu itu tidak mungkin bisa dikerjakan manusia. Tetapi, bagi Allah tidak ada yang mustahil. Tujuan Tuhan menyelamatkan Israel dari Babel karena mereka umat pilihan-Nya dan ditetapkan untuk memberitakan kemahsyuran nama-Nya.

Demikian juga kita umat-Nya di 2022 ini, Tuhan akan menolong serta membebaskan kita dari masalah-masalah di seluruh aspek hidup kita sakit-penyakit, keluarga, pelayanan, bisnis dan masa depan dengan cara-cara atau paradigma yang baru. 1 Korintus 2 : 9 berkata, "Tetapi seperti ada tertulis : apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia, semua yang disedikan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." 

Apa yang Tuhan minta dari kita, selain memberitakan kemasyhuran-Nya dan menyelesaikan Amanat Agung di era Pentakosta Ketiga. 1 Petrus 2 : 9 berkata, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu menberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." 

Memasuki 2022, pandemi sampai sekarang belum usai, maka cara-cara pelayanan di gereja berubah. Kita tidak bisa memakai cara-cara yang lama. Misalnya, sesuai hasil penelitian George Barna yang dirilis 6 Juni 2021, mengenai generasi muda di Amerika sebagai angkatan yang berbeda. Dikatakan, pelayanan gereja selama lima dekade terakhir ini tidak akan efektif untuk generasi sekarang ini. 

Jadi, perlu paradigma yang baru dalam pelayanan gereja. Tuhan sedang membuat paradigma yang baru sebagai pola yang baru, dan bagian kita menerima sebagai cara pandang yang baru. Demikian juga dalam berbisnis, pasti banyak cara lama yang sudah tidak bisa lagi dipakai.

Wahyu 13 : 16 pasti digenapi. Manusia tidak dapat membeli dan menjual kalau tidak memiliki tanda antikristus di tangan kanan dan dahinya. Dengan seizin Tuhan, sekarang dunia sedang dibawa ke sana untuk menggenapinya. Tetapi, bagi kita yang percaya pengangkatan (Rapture) terjadi sebelum masa sengsara (Pre-tribulation), kita tidak akan mengalaminya. Maka, daripada sibuk memikirkan chip antikristus sampai menolak vaksinasi, sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk pengangkatan yang sudah sangat dekat waktunya. Jadi, di Tahun Paradigma yang Baru ini, ada tiga hal yang mesti diperhatikan :

• Paradigma adalah inisiatif Tuhan yang perlu direspons oleh umat-Nya. Ada bagian yang Tuhan perbuat, ada bagian yang umat-Nya harus lakukan.

• Bagian Tuhan membuat sesuatu yang baru, yaitu paradigma yang baru sebagai pola.

• Bagian umat melihat, mengetahui dan menerima yang Tuhan buat, yaitu paradigma sebagai cara pandang.

Sesuai Filipi 3 : 7 - 9, titik tolak perubahan paradigma Paulus terkait masa lalunya adalah karena pengenalan akan Kristus. Orang yang berjumpa dengan Yesus seharusnya mengalami perubahan paradigma. Artinya, memiliki paradigma yang baru. Sesuai Filipi 3 : 13 - 14, yang merupakan ayat emas kita, Paulus melupakan apa yang di belakangnya, dan mengarahkan diri pada apa yang di depannya, serta berlari-lari kepada tujuan. Artinya, mengejar sekalipun menderita untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Kita tidak hanya masuk surga, tetapi juga menerima hadiah berupa mahkota. Karena itu, mari respons ajakan untuk memiliki dan menghidupi paradigma yang baru.

Memiliki paradigma yang baru dalam mengikut Tuhan adalah sebuah keharusan. Tinggalkan cara hidup yang lama jika mengikut Tuhan. Cara hidup ataupun paradigma yang lama termasuk pola pikir, tutur kata, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari harus mengalami perubahan. Orang Kristen yang sudah lahir baru, tetapi masih pakai paradigma lama, perlu bertobat !

Apa yang Alkitab Katakan Tentang Paradigma yang Baru ? 
Roma 12 : 2, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apakah yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Dalam bahasa Yunani, kata 'budi' adalah 'nous' yang berarti pikiran, akal budi, pola pikir atau mindset yang artinya sama dengan paradigma. Tuhan menghendaki kita memiliki pikiran atau paradigma yang baru supaya tidak lagi sama dengan orang-orang dunia, melainkan mengerti kehendak Allah.

Sebelum bertobat, pasti pola pikir dan cara hidup kita sama dengan dunia. Tinggalkanlah, dan masuk dalam paradigma yang baru. Sebab, paradigma lama akan menghambat kita mengerti dan melakukan kehendak Allah pada zaman ini. Bagaimana supaya memiliki pola pikir atau paradigma yang baru ? Melalui firman Allah dan Roh Kudus. Baca Alkitab setiap hari, renungkan, lakukan, bersaksi, dan selalu berkata, "Penuhi kami dengan Roh-Mu, ya Tuhan. Biarlah kami dituntun dengan firman dan Roh-Mu."

Akhirnya, paradigma yang lama, yaitu pola pikir duniawi yang berdampak pada kehidupan duniawi akan berujung ke kebinasaan dan hilang keselamatan. Karena itu, miliki dan hidupi paradigma yang baru, serupa dengan Yesus, berintegritas, mencari dan memikirkan perkara-perkara surgawi, bukannya yang di bumi. Sehingga, saat Tuhan Yesus kelak datang kembali dan menjemput kita gereja-Nya di awan-awan permai, kita akan diangkat dan masuk surga, serta bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya. Selama-lamanya.

Ingat, memasuki 2022, Tahun Paradigma yang Baru (The Year of A New Paradigm), ada enam hal yang harus kita perhatikan :

1. Tuhan sedang membuat paradigma yang baru, kita harus menerimanya sebagai pola pikir dan cara pandang yang baru.

2. Tuhan akan menolong dan membebaskan kita dari masalah-masalah yang terjadi di seluruh aspek kehidupan kita dengan paradigma yang baru, dan kita mesti mengerti serta menerimanya. 1 Korintus 2 : 9 yang berbicara tentang apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah timbul dalam hati, akan kita alami karena kita mengasihi Tuhan Yesus.

3. Tuhan mengingatkan, sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru agar kita meninggalkan hidup keduniawian atau paradigma yang lama, supaya masuk dalam paradigma yang baru, yaitu kehidupan kerajaan surgawi.

4. Kita melupakan apa yang di belakang kita, yaitu kehidupan duniawi. Lalu, mengarahkan diri pada apa yang ada di hadapan kita, yaitu kehidupan surgawi dan berlari-lari kepada tujuan. Artinya, mengejar sekalipun menderita untuk memperoleh hadiah berupa mahkota. Kita patut berpikir tidak hanya masuk surga, tetapi juga masuk surga dengan memperoleh mahkota.

5.    Kita memohon ke Tuhan agar dipimpin oleh firman dan Roh-Nya supaya dapat memahami serta menghidupi paradigma yang baru.

6. Dengan paradigma yang baru, Tuhan meminta kita supaya memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia yang telah menyelamatkan kita agar dalam era Pentakosta Ketiga ini kita menyelesaikan Amanat Agung, dan setelah itu Tuhan Yesus datang kembali.

Tuhan Yesus Memberkati

  • 2. Khotbah Tahun Baru Semangat Baru oleh Pdm Antonius Toni STh

Banyak orang bersukacita menyambut datangnya tahun yang baru. Mereka melakukan berbagai kegiatan untuk menyambut datangnya tahun baru. Ada yang mengisi tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan sekedarnya. Ada yang mengisinya dengan doa bersama. Kita sebagai orang percaya biasanya melakukan Ibadah syukur di Gereja untuk menutup tahun yang lama yang kita laksanakan semalam, dan hari ini 1 Januari 2022, kita juga mengadakan kembali Ibadah yaitu dalam Ibadah awal tahun. Ucapan syukur yang kita persembahkan kepada Tuhan adalah bentuk pengakuan kita bahwa hanya oleh anugerah Tuhan saja kita boleh menjalani hidup kita di tahun-tahun yang lalu dengan segala suka dan dukanya.

Sebagaimana Samuel menyadari bahwa hanya oleh pertolongan Tuhan sajalah, maka bangsa Israel bisa sampai ke Mizpa, demikian juga setiap kita menyadari bahwa hanya oleh anugerah Allah sajalah maka kita boleh sampai di tahun yang baru. Perjalanan kehidupan bangsa Israel juga seringkali menjadi cermin perjalanan kehidupan kita. 

Banyak masalah yang masih harus mereka hadapi untuk sampai ke Mizpa, tapi disinilah pertolongan Tuhan dinyatakan. Mizpa artinya menara jaga dan penjagaan Tuhanlah yang telah membuat bangsa Israel telah sampai ke Mizpa, demikian juga kita, kalau kita boleh sampai di awal tahun baru ini, semata-mata hanya oleh anugerah Allah. Batu yang didirikan oleh Samuel diberi nama EBEN HAEZER. kata Eben Haezer berasal dari dua kata yaitu Eben yang berarti batu, dan Haezer yang berasal dari kata Ezer yang artinya penolong. Jadi kata Eben Haezer artinya batu pertolongan.

Maka kita harus bertanya: “Apa yang harus kita lakukan untuk mengisi lembaran-lembaran yang terbentang dihadapan kita? Apa yang patut kita lakukan untuk mengisi hari-hari dalam kehidupan yang masih kosong. Setidaknya ada tiga hal yang wajib menjadi perhatian kita untuk dapat mengisi hidup kita agar berkenan kepada Tuhan, yaitu:

Persembahkanlah Tubuh

Firman Tuhan berkata, ” demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu…” Yang harus kita pahami adalah oleh karena kemurahan Allah bagi kita, maka kita semua sudah:

Menerima Pembenaran (karena kita sudah ditebus oleh darah Yesus), 2 Korintus 5 : 21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Menerima Kemerdekaan dari dosa, Roma 6 : 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Menerima Pengudusan, melalui pekerjaan Roh Kudus, kita disucikan dari hari ke hari. Kemurahan Allah yang menjadikan kita anak-anak Allah sehingga kita dapat berkata, ” Abba ya Bapa.”

Menerima Kemenangan, dengan demikian kita bersama dengan Paulus dapat berkata, ” Jika Allah dipihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”
Maka kita harus lakukan 1 Korintus 6 : 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Pembaharuan Budi

Nasihat kedua ialah pembaharuan budi yang bisa diartikan sebagai pembaharuan pribadi, penjelmaan menjadi manusia yang berbudi baru. Kata berubah sesuai dengan kata aslinya, metamorphose, lebih tepat disebut sebagai menjelma dalam arti menjadi baru. Adapun kata budi dapat diterjemahkan sebagai: pikiran, sikap, perhatian, niat, pengertian, dan akal. Dengan demikian, gagasan dalam nasihat yang kedua itu adalah penjelmaan dari pikiran, sikap, niat, akal, pengertian yang lama ke pikiran, sikap, niat, akal dan pengertian yang baru. Gagasan yang sama pernah diminta oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus menulis: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” 2 Korintus 5 : 17

Tanpa perubahan budi, tidak mungkin kita dapat mengenal apa kehendak Allah. Dengan perkataan lain, selama budi kita masih sama dengan dunia, selama itu pula kita tidak mengenal kehendak Allah bagi kita.
Bpk/Ibu sahabat muda yang dikasihi Tuhan, pergantian Tahun seharusnya membawa perubahan dalam pikiran, sikap, niat, akal dan pengertian kita. Kehendak Allah bagi kita adalah keserupaan dengan Kristus, bukan keserupaan dengan dunia ini. Keserupaan dengan Kristus itu adalah satu proses yang harus berlangsung dari hari ke hari.

Pelayanan Kasih Karunia

Mempersembahkan tubuh dan pembaharuan budi akan membawa kita masuk dan menerima pelayanan kasih karunia.  Tubuh yang sudah dipersembahkan dan budi yang sudah diubahkan itu merupakan satu kesatuan kehidupan kita yang siap dipakai dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Kata kunci untuk bagian ini adalah Lakukanlah, apa yang harus dilakukan? Dalam Roma 12 : 4 dikatakan: ” Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama.” Dengan demikian yang harus dilakukan tidak lain adalah tugas, kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai penerima kemurahan Tuhan berdasarkan karunia masing-masing, yang artiya pelayanan kasih karunia itu adalah pelayanan yang wajib, rutin, atau harian bagi setiap kita sebagai orang percaya berdasarkan karunia/ talenta masing-masing.

Setiap kita diberi karunia yang berbeda-beda. Fungsi kita dalam pelayanan pun berbeda-beda. Jadi, lakukanlah pelayanan dari tiap-tiap karunia yang sudah Tuhan berikan kepada kita dengan memiliki Roh yang menyala-nyala.

TAHUN 2022 adalah Tahun Paradigma yang Baru

Akhir dari khotbah awal tahun saya, mari kita memperhatikan Firman Tuhan, setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban atas diri kita kepada Allah (Roma 14:12). Kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus untuk memperoleh apa yang harus diterima, sesuai dengan yang kita lakukan, baik atau jahat (2 Korintus 5:10) Tuhan Yesus berkata: “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalas kepada setiap orang menurut perbuatannya. (Wahyu 22: 12).

SELAMAT TAHUN BARU 2022, EBEN HAEZER, Tuhan Yesus memberkati kita semua. AMIN

  • 3. Khotbah Renungan Pemuda Awal Tahun 

Yesaya 42:5-9

Kita kini berada pada ambang tahun yang baru. Setahun penuh kita diberi kesempatan untuk berkarya. Keberhasilan, kegagalan dan keterbangkalaian dapat menjadi hasil penilianm bila kemampuan hendak diukur.

Kadang kala diinginkan waktu lebih panjang untuk menuntaskan apa yang telah dikerjakan. Namun, batasan waktu selalu harus diperhitungkan. Orang ingin meihat hasilnya dalam tahapan atau sasaran-sasaran sementara, walaupun hasil akhir belum tentu tercapai.

Waktu dan karya berkaitan erat karena dalam batasan waktu seperti satu tahun diperoleh gambaran pengalaman yang konkret. Peralihan waktu antara tahun yang akan silam dan bentangan tahun yang baru dapat dijadikan perenungan akan pengalaman-pengalaman itu.

Sadar atau tidak dalam perenungan atau penilaian seperti itu, diakui bahwa waktu itu adalah pemberian, dan oleh sebab itu harus diisi dengan cermat. 

Biasa orang mengatakan, bahwa waktu itu uang atau mungkin lebih baik waktu itu berharga, walaupun ada pula yang beranggapan bahwa sesuatu dapat juga diperbaiki lain waktu.

Pertanyaan tentu adalah, apakah masih ada waktu atau masih diberi kesempatan. Kita dapat mengatur waktu, tetapi kita sadari pula bahwa waktu itu acapkali tidak dalam genggaman kita.

Ada saja faktor-faktor di luar perhitungan yang menyusup masuk dan membuat keterkejutan. Bagi orang percaya faktor yang tidak terduga itu adalah Allah sendiri, Sang Pencipta, yang dapat saja mengalihkan arah sejarah,

Kalau seribu tahun itu seperti satu hari atau sebaliknya (2 Ptr. 3:8 Mzm. 90:4), maka Allah itu tidak terikat pada waktu, malah mengendalikan waktu itu yang kita bagi dalam tiga dimensi, dulu, sekarang dan nanti,'

Nanti itu atau masa depan tetap menjadi tanda tanya begi kita. Kita dapat membuat rancangan-rancangan ke depan atau memperoleh bayangan ke depan, namun kepastian itu tidak ada pada kita.

Orang berminat membuka tabir masa depan, namun apa yang diperoleh hanya ramalan atau kemungkinan-kemungkinan, yang mungkin menarik dan mendekati kenyataan, tetapi sulit dijadikan pegangan.

Bagi penulis kita Yesaya itu, justru Allah itulah yang akan menyingkapkan masa depan, yang merupakan sesuatu yang baru. Bila Ia masuk ke dalam pergerakan sejarah, maka apa yang Ia singkapkan tentang masa depan itu punya makna untuk waktu yang sedang berjalan.

Pilihan dan panggilan terhadap seseorang, yang disebut hamba-Nya, walaupun manusia tidak mengenal atau mengingkari-Nya.

Ia merasa berkepentingan untuk memelihara kesejahteraan dan menumpas setiap usaha yang hendak menghancurkan kesejahteraan itu. Pada waktu yang tidak disangka-sangka, hamba-Nya Ia utus untuk menjalankan apa yang Ia rencanakan untuk masa depan. Hamba itu bisa seseorang tetapi bisa juga seluruh persekutuan yang Ia panggil.

Demikian khotbah malam tahun baru 2025 yang bisa menjadi inspirasi kamu menutup pergantian tahun. Semoga kita bisa memaknai tahun baru dengan lebih bermakna ya!

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut