3 Kisah Heroik Dokter Indonesia, Ada yang Tempuh 16 Km untuk Tolong Pasien di Pedalaman Hutan Papua
JAKARTA, iNews.id - Dokter merupakan tugas serta profesi yang mulia. Mereka mendedikasikan hidupnya untuk menolong orang yang membutuhkan.
Para dokter ini pun rela bertugas di pedalaman wilayah Indonesia hingga ditempatkan di daerah konflik.
Berikut kisah heroik dokter Indonesia, yang dirangkum iNews.id, Senin (24/10/2022) :
1. Bertugas di Daerah Konflik
Doctor Without Borders adalah organisasi dokter yang ditempatkan bertugas di daerah konflik. Daerah konflik tidak semata untuk daerah perang, namun termasuk pula daerah yang terkena bencana alam dan daerah yang anak-anaknya mengalami malnutrisi. Salah satu organisasi yang menangani hal tersebut adalah Medicine Sans Frontieres (MSF).
Dokter yang pernah tergabung dengan MSF serta pernah ditempatkan di Pakistan dan Yaman adalah Dokter Rangi Wirantika. Ketika SD, Rangi berkeinginan untuk bekerja di bidang kemanusiaan.
Saat SMA, temannya pun menyarakankan untuk bergabung dengan Doctor Without Borders. Untuk itu, ia pun masuk kuliah kedokteran agar dapat bergabung dengan Doctor Without Borders.
Rangi pertama kali ditempatkan di Kota Chaman, Pakistan selama sepuluh bulan. Kemudian, di Taiz, Yaman selama lima bulan.
Menurut Rangi, yang paling berat dirasakan adalah ketika berada di Yaman. Saat itu, Yaman masih aktif perang. Dari ibu kota Yaman ke Taiz memerlukan waktu delapan jam.
Selain itu banyak check point untuk pemeriksaan. Ketika berada di rumah sakit Taiz, Rangi selalu mendengar bunyi tembakan, ranjau, bom hingga dirinya tidak bisa tidur.
Pada awalnya, ia merasa tidak kuat. Namun ketika melihat keadaan pasien, ia sadar kalau pasien tersebut membutuhkan dokter. Hingga akhirnya Rangi memperpanjang kontrak selama satu bulan.
2. Tangani Pasien Covid-19
Dokter Handoko Gunawan yang berusia 80 tahun viral di media sosial pada Maret 2020. Diketahui, ia merupakan dokter spesialis penyakit paru yang bertugas di Rumah Sakit Graha Kedoya, Jakarta Barat.
Semangat serta dedikasinya sebagai seorang dokter pun menjadi banyak perbincangan, salah satunya dari artis Kirana Larasasti yang mengangkat kisah dr Handoko Gunawan di media sosial.
Melalui akun Instagram, Kirana Larasati menceritakan, di usia senjanya, dokter Handoko Gunawan masih menjalankan tugas sebagai seorang dokter spesialis paru. Saat itu, Dokter Handoko juga menangani dua pasein Covid-19.
Anak-anak Dokter Handoko pun sudah menyarankan untuk tidak ikut terjun. Namun, semangat sang dokter tidak terbatas.
Setelah menangani pasien Covid-19, kondisinya menurun. Kisah Dokter Handoko yang siap mati dalam menangani pasien Covid-19 ini menuai pujian.
Pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada netizen yang menaruh perhatian atas aksi heroik Dokter Handoko. Selanjutnya, menurut pihak keluarga, kondisi kesehatan Dokter Handoko berangsur membaik.
3. Menolong Pasien di Pedalaman Hutan Papua
Dokter Amalia Usmaianti merupakan dokter yang pernah mengabdi di pedalaman Papua. Kisahnya sempat viral di media sosial pada 2018.
Saat itu, ia bertugas di Puskesmas Ninati, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Ia pernah menempuh jarak 16 kilometer untuk menolong pasien.
Diketahui, perjalanan dari Puskesmas Ninati ke Desa Tembutka berjarak 16 kilometer. Pada awal perjalanan, tidak ada keluhan dari pasien. Namun, setelah jalan 7 kilometer, pasien merasa pusing serta mempunyai riwayat penyakit vertigo.
Tanpa ragu, meski di tengah jalan, Amalia segera memberi terapi. Ia beserta tim juga membuat tandu untuk mengangkat pasien yang kemudian pingsan.
Amalia berpikir hendak kembali ke puskesmas, namun jaraknya lebih jauh daripada ke desa tujuan. Selain itu, hari mulai gelap dan banyak ular, sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan ke Desa Tembutka.
Tak cuma akses jalan yang susah, namun sarana dan prasarana juga kurang memadai. Mulai dari alat komunikasi, listrik, hingga sinyal radio minim di wilayah tersebut.
Editor: Faieq Hidayat