3 Menteri Jokowi Disebut Intervensi Pemilihan Ketum Golkar, Ini Kata Airlangga

Felldy Utama ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 00:18 WIB
3 Menteri Jokowi Disebut Intervensi Pemilihan Ketum Golkar, Ini Kata Airlangga

Airlangga Hartarto di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (3/12/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menepis tudingan loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menyebut tiga menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengintervensi DPD tingkat I dan II Partai Golkar. Intervensi itu terkait pencalonan ketua umum jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar 2019.

Airlangga menyampaikan, mekanisme pemilihan calon ketua umum Partai Golkar 2019-2024 merupakan kewenangan pemilik suara, yakni DPD tingkat I dan II. Dia menegaskan, dalam pemilihan nanti tidak ada kaitannya dengan pihak eksternal seperti yang ditudingkan loyalis Bamsoet.

"Ini lagi tidak, kurang paham. Apa makna musyawarah nasional? Kurang paham AD/ART? Pemegang suara adalah DPD I, ada DPD II," katanya, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nely, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Airlangga tak ingin menanggapi tudingan itu secara serius. Namun, dia meminta loyalis Bamsoet tidak membuat narasi yang justru mengaburkan substansi pelaksanaan Munas Partai Golkar yang sudah tertuang dalam AD/ART.

"Jadi, kita biasa-biasa saja. (Lebih baik) konsentrasi kepada Munas, jangan mengembangkan narasi-narasi lain. Ya ketua umum Golkar ini paham arahnya ke mana. Jadi kita kembali kepada mekanisme demokrasi dan jangan keluar dari mekanisme Munas," tuturnya.

Sebelumnya, pendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet), Syamsul Rizal menyebut, ada tiga menteri di Kabinet Indonesia Maju yang mengintervensi kompetisi perebutan kursi ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024. Dia tidak mengungkapkan secara gamblang nama tiga menteri itu.

Syamsul hanya mengatakan, tiga menteri Jokowi itu diindikasikan kuat untuk menyukseskan Airlangga Hartarto kembali terpilih sebagai ketua umum dalam pelaksanaan Munas Partai Golkar pada Desember.

"Saya enggak mau sebut nama tapi ada tiga pembantu presiden yang telepon ketua DPD 1 dan kepala daerah (dari Partai Golkar) untuk berpihak ke Airlangga. Yang sebenarnya tiga menteri ini enggak punya jabatan politik di parpol," ujar Syamsul di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 27 November 2019 malam.


Editor : Djibril Muhammad